alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Lewat Madhang, UKM-UKM Kuliner di Solo Jadi Lebih Pede & Profesional

Gelar Pelatihan Intensif untuk 30 UKM Kuliner

16 Juni 2020, 10: 54: 05 WIB | editor : Perdana

Wakil Wali Kota Surakarta hadir dalam penutupan program pelatihan UKM secara online melalui Zoom Meeting, Selasa (9/6).

Wakil Wali Kota Surakarta hadir dalam penutupan program pelatihan UKM secara online melalui Zoom Meeting, Selasa (9/6).

Share this      

SOLO - Madhang merupakan marketplace untuk makanan rumahan yang mengangkat masakan keluarga. Aplikasi ini dibuat oleh tim yang dibantu mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Dengan visi mengubah resep masakan menjadi nilai ekonomis yang lebih, Madhang ingin membantu meningkatkan taraf hidup keluarga, dimulai dari ibu-ibu rumah tangga. 

Team Sampoerna Untuk Indonesia yang selalu konsisten dan peduli terhadap pemberdayaan UKM telah memprakarsai program Madhang. Serta memberikan pelatihan intensif kepada 30 UKM kuliner di Surakarta selama enam bulan ini melalui penyelenggara Business & Export Development Organization (BEDO).

Salah satu makanan tradisional botok yang dibuat UKM peserta program Madhang.

Salah satu makanan tradisional botok yang dibuat UKM peserta program Madhang.

“Program ini dimulai dengan tujuan memberdayakan UKM melalui ibu rumah tangga, sehingga bisa menambah sekaligus membangkitkan kembali resep masakan keluarga yang otentik di Kota Surakarta. Sampoerna Untuk Indonesia dalam program ini ingin mengangkat taraf hidup keluarga sekaligus mengangkat kearifan lokal untuk melestarikan masakan warisan,” papar Program Manager BEDO Jeff Kristiant.

Kota Surakarta yang mendapat manfaat dari program ini juga disupport penuh oleh Pemkot Surakarta. Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo hadir dalam penutupan program secara online melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/6) lalu. Wali kota juga mengumumkan UKM-UKM terpilih yang akan mendapatkan fasilitas bedah dapur dan bantuan pengadaan alat.

“Pemerintah Kota Surakarta mengapresiasi sekali program Madhang yang sudah dijalankan oleh Sampoerna Untuk Indonesia bersama BEDO. Dan aplikasi Madhang yang telah memberikan masukan, pembinaan maupun pelatihan selama enam bulan kepada UKM kuliner Kota Surakarta,” tutur Purnomo.

Purnomo berharap, Surakarta yang sudah dikenal sebagai kota kuliner menjadi semakin semarak, dengan UKM nya yang semakin maju dan lebih percaya diri.

Sementara itu, dimulai pada awal Januari 2020 dan dalam 6 bulan program, materi telah disampaikan dengan metode “arisan”. Yaitu para trainer hadir di rumah UKM bersama lima UKM lainnya. Sehingga proses pembelajaran lebih santai dan tidak mengganggu jam kerja para UKM. 

Materi yang dibawakan, antara lain pelatihan tentang penataan barang dengan konsep 5S , pembukuan usaha, menentukan harga jual. Kemudian, mengemas dan menampilkan produk, inovasi produk, pengetahuan tentang keselamatan kerja sampai proses produksi yang higienis.

Metodologi program Madhang ini menggunakan metode sederhana. Melibatkan diskusi dua arah dan permainan. Serta selalu diakhiri dengan rencana aksi, sehingga setelah materi tersampaikan, para trainer akan mendampingi untuk memantau pelaksanaan rencana aksi dan perbaikan atau pengembangan pada setiap UKM.

Proses pendampingan sejak Maret 2020, menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan melakukan kegiatan dengan banyak orang, serta untuk turut serta mengikuti imbauan pemerintah dalam melakukan social distancing. Program Madhang juga dilakukan penyesuaian mengikuti situasi agar tetap dapat membantu seluruh UKM dalam mengatasi situasi saat ini dan program tetap bisa berjalan sesuai jadwal.

Konsultasi tatap muka menjadi pelatihan dan konsultasi online melalui Whatsapp Grup dan Video Conference, baik grup maupun perorangan langsung oleh beberapa trainer yang sudah ditunjuk. Expert trainer juga dihadirkan secara online. Salah satunya nya adalah Sisca Soewitomo, pakar kuliner Indonesia yang memberikan materi dalam tiga sesi terkait dengan adaptasi produk kuliner dalam menghadapi situasi saat ini.

Pelatihan mengenai penjualan online, seperti tata cara penggunaan Facebook Ads (iklan berbayar), diskusi mengenai pemanfaatan aplikasi Go-food dan Grabfood untuk menunjang penjualan, serta pemilihan kurir dalam mensupport pengiriman produk-produk UKM juga dilakukan secara online. Selain itu, Program Madhang juga melakukan perubahan terkait penerima manfaat untuk program bedah dapur dan bantuan alat.

Serta menambahkan program penayangan iklan di Facebook maupun promo di Grabfood dan Go-food dengan tujuan menambah semangat serta membantu UKM pada situasi saat ini. 

Perubahan program yang dilakukan, yakni UKM yang mampu melakukan perubahan dan perbaikan selama program, akan mendapat bantuan dapur. Yang awalnya hanya 15 UKM terpilih, ditambah jumlahnya menjadi 21 UKM terpilih.

Dari UKM yang mendapatkan bedah dapur, dipilih lagi dari awalnya lima champion menjadi 12 penerima bantuan pengadaan alat. Seluruh peserta program juga akan mendapat iklan berbayar pada Facebook Page Local Support Local untuk lebih mengenalkan produknya secara lebih luas.

Dan, seluruh peserta program juga didaftarkan pada Grabfood dan Go-food serta diberikan fasilitas promo pada aplikasi tersebut untuk mendapatkan penjualan dan rating dengan baik.

Rangkaian program selama enam bulan sudah dilaksanakan dengan baik. Harapannya seluruh peserta UKM kuliner di Surakarta tidak hanya mampu melewati situasi Covid-19 ini, tetapi juga dapat mengembangkan usahanya dan terus mengenalkan masakan-masakan khas kepada masyarakat. (*/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia