alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

4.916 KK Penerima Bantuan Dicoret, sudah Meninggal hingga Data Ganda

17 Juni 2020, 14: 27: 53 WIB | editor : Perdana

Penyaluran BST tahap kedua di Kantor Kecamatan Wonogiri, Selasa (16/6). Sebanyak 47.352 KPM menjadi target bantuan ini.

Penyaluran BST tahap kedua di Kantor Kecamatan Wonogiri, Selasa (16/6). Sebanyak 47.352 KPM menjadi target bantuan ini. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Sebanyak 4.916 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pemerintah dicoret. Penyebabnya beragam. Antara lain, sudah pindah domisili sehingga tidak ditemukan, meninggal dunia dan tidak ada ahli waris, serta data ganda. 

KPM yang dicoret terdiri dari 785 KPM yang merantau dan belum mengambil bantuan, serta sebanyak 4.131 KPM datanya invalid.

"Yang invalid itu masyarakat yang mampu (secara ekonomi). Ada pula data ganda. Sudah menerima bansos (bantuan sosial) PKH (program keluarga harapan) atau BPNT (bantuan pangan nontunai). Yang ganda dalam satu KK. Yang dihapus diusulkan untuk diganti KPM yang baru," beber Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri Kurnia Listyarini, kemarin (16/6).

KPM pengganti akan menerima bantuan setelah penyaluran bantuan sosial tunai (BST) tahap kedua. Dinsos belum bisa memastikan jumlah KPM baru karena perlu persetujuan Kementerian Sosial.

Sementara itu, hasil evaluasi distribusi BST tahap pertama, di beberapa lokasi masih terdapat kerumunan. Penyebabnya penyaluran BST tahap pertama berbarengan penyaluran bantuan langsung tunai dana desa (BLTDD).

Dari pengalaman tersebut, distribusi BST tahap kedua yang mulai disalurkan kemarin, dilakukan secara bergantian, sehingga memudahkan penerapan physical distancing.

"Kendala-kendala di tahap pertama (pencairan BST) diharapkan tidak terjadi di tahap kedua. Termasuk data invalid karena sudah terdeteksi di tahap pertama,” terang Kurnia.

Sekadar informasi, BST tahap kedua menyasar sebanyak 47.352 KPM. Bantuan lain yang belum didistribusikan yakni bantuan sosial pangan (BSP) dalam bentuk sembako dari pemkab. "Semua bantuan itu proses pendataannya by system. Yang belum dapat bantuan dimohon sabar. Kalau sudah didata pasti dapat bantuan," jelasnya. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia