alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Warga Mulai Gelar Hajatan Pernikahan, tapi Tak Boleh Ada Hiburan

17 Juni 2020, 14: 36: 18 WIB | editor : Perdana

Warga Bejen, Karanganyar menggelar hajatan pernikahan di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Warga Bejen, Karanganyar menggelar hajatan pernikahan di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Setelah membuka sejumlah objek wisata mulai kemarin (16/6), kini Pemkab Karanganyar tengah menggodok regulasi pelaksanaan hajatan masyarakat sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

Pada Minggu (14/6), warga RT 04 RW XI, Kelurahan Bejen, Karanganyar Kota sudah menggelar resepsi pernikahan. Tuan rumah menerapkan protokol kesehatan. Acara tersebut juga dipantau langsung personel Satpol PP Karanganyar. 

Sebelum tamu berdatangan, lokasi acara disemprot disinfektan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar. Tersedia pula tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Jarak kursi tamu diatur dengan jarak sekitar 1 meter dan semua wajib mengenakan masker. Termasuk saat prosesi ijab qabul.

Pelaksana tugas Kepala Satpol PP Karanganyar Yopi Eko Jatie Wibowo menuturkan, pernikahan yang sesuai protokol kesehatan tersebut direkam dan bisa dijadikan tutorial masyarakat.

"Banyak warga yang bertanya apakah boleh mantu atau tidak? Model hajatannya seperti apa? Maka dari itu, kami buat video itu untuk acuan. Pembatasan jumlah tamu dan sebagainya,” jelasnya, kemarin.

Apakah hajatan warga Bejen itu juga menyuguhkan hiburan? Yopi menegaskan tidak ada karena berpotensi menimbulkan kerumunan.

Terpisah, Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi melalui Kasat Intel Polres Karanganyr AKP Teguh Sujadi menuturkan, polres masih menunggu petunjuk dari Mabes Polri terkait izin keramaian.

“Pada dasarnya kami tidak akan mempersulit perizinan hajatan. Jika nanti sudah memenuhi maklumat dari Kapolri, akan kami izinkan. Tapi kalau nekat menyelenggarakan dan melanggar ketentuan, kami tidak memberikan izin,” tegasnya. (rud/wa/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia