alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Dojang Manahan Latihan Lagi, Atlet Pakai Face Shield, Tak Ada Tanding

17 Juni 2020, 20: 40: 25 WIB | editor : Perdana

Para Atlet Dojang Manahan usai menjalani latihan, Senin Sore (15/6). Di masa new normal, sesi latihan dibagi ke dalam empat kloter.

Para Atlet Dojang Manahan usai menjalani latihan, Senin Sore (15/6). Di masa new normal, sesi latihan dibagi ke dalam empat kloter. (DOJANG MANAHAN FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dojang Manahan kembali menjalani latihan rutinnya. Setelah sebelumnya sempat libur lama karena Kota Solo berstatus kejadian luar biasa (KLB) korona, sejak pertengahan Maret lalu.

Sejak sepekan terakhir, program latihan klub taekwondo ini kembali dimulai. Bedanya, mereka berlatih dengan situasi yang berbeda. Di mana pada sesi latihan kali ini, mereka berlatih menggunakan face shield. Saat berlatih, para taekwondoin juga sedikit diberi jarak. 

”Latihan juga tak ada kontak fisik ataupun tanding face to face. Jadi hanya latihan teknik dan fisik. Dan untuk sementara itu tak ada latihan tarung dulu,” terang Pelatih Dojang Manahan Hakiman kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Hakiman mengakui, ada tata cara yang harus dilakukan sebelum sesi latihan digelar. Di mana atlet datang ke lokasi latihan dengan menggunakan masker. Setelah itu, mereka wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke ruangan latihan. Di pintu masuk, pelatih membawa thermo gun untuk mengecek suhu tubuh para atlet. Sebelum digunakan, lokasi latihan juga disemprot disinfektan dan menjalankan sterilisasi dengan menggosok di beberapa titik.

Untuk program latihan pun dijalani dengan beberapa shift. Di mana dalam  satu hari sesi, digelar dalam empat shift. Padahal sebelum pandemi Covid-19, biasanya setiap sesi latihan sore bisa diikuti lebih dari 40 atlet, yang berlatih bersama-sama di satu ruangan. 

Saat ini sesi latihan baru bisa dilakukan sepekan dua kali. Lokasinya juga bisa di rumah wali murid ataupun di kediaman Hakiman di daerah Pajang. “Jadi, latihan kali ini kami bagi jadi beberapa kloter. Ini untuk antisipasi saja dan tentunya menjalankan protokol kesehatan. Jadi tidak berkerumun. Satu kloter ada sekitar tujuh sampai delapan atlet. Atlet datang, lalu sesudah latihan langsung pulang. Tak boleh kumpul,” ujarnya.

Walau harus menyesuaikan jadwal dan wajib menggunakan face shield dalam setiap sesi latihan, Hakiman tak mempermasalahkannya. “Asalkan kami bisa kembali berlatih lagi, saya sudah senang. Kami kembali berlatih setelah ada kebijakan new normal. Tapi tetap kami menjalankan protokol kesehatannya,” ujarnya.

“Sebenarnya saat libur latihan atlet kami bebankan berlatih mandiri di rumah masing-masing. Namun karena tak dipantau secara langsung, jadinya kondisinya turun. Mulai dari kekuatan pukulan dan fisiknya juga,” imbuh Hakiman. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia