alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Hari Kedua PPDB SMA/SMK, Server Lancar, Banyak Aktivasi Masih Gagal

18 Juni 2020, 23: 16: 14 WIB | editor : Perdana

Calon siswa konsultasi ke SMKN 3 Surakarta terkait terkait PPDB online, kemarin (18/6).

Calon siswa konsultasi ke SMKN 3 Surakarta terkait terkait PPDB online, kemarin (18/6). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK hari kedua (18/6), sudah tiada ada kendala yang berarti terkait server down. Hanya beberapa siswa mengalami kendala aktivasi karena kendala administrasi, namun setelah konsultasi ke sekolah bisa teratasi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Agung Wijayanto membenarkan untuk hari kedua PPDB sudah berjalan normal. "Secara umum tidak ada kendala seperti hari pertama, di mana banyak calon siswa sulit mengakses dan meng-upload berkas pendaftaran ke situs PPDB online Jateng. Setelah ada tambahan kuota akses dari 300 ribu menjadi 1 juta, kendala tersebut teratasi," tutur Agung. 

Sementara itu, masih banyak wali murid dan calon siswa yang mendatangi posko informasi sekolah karena gagal dalam aktivasi akun. Seperti dialami siswa asal SMPN 21 Surakarta Palupi Dewi Irawati, 17 yang akan mendaftar ke SMKN 3 Surakarta. 

“Saya sudah mencoba registrasi data dan aktivasi akun. Namun gagal. Makanya ini minta bantuan ke sekolah. Ternyata di sistem PPDB online, data domisili tidak terdaftar. Lalu saya diminta surat keterangan domisili di kelurahan dan balik ke sekolah untuk lanjut pendaftaran,” terangnya. 

Hal serupa juga dialami wali murid asal Mojo, Pasar Kliwon, Harsi. Dia mengaku mendaftarkan anaknya sejak pagi di hari pertama. Namun, selalu gagal aktivasi akun. Baru setelah sore anaknya bisa mendaftar sekolah. Namun, karena PPDB SMK jalur prestasi berdasarkan nilai dia sempat waswas anaknya tergeser anak lain dengan nilai lebih tinggi. 

“Jadi kemarin bisa akses dan daftar itu sore. Dan hanya bisa satu pilihan jurusan di satu sekolah saja. Orang tua tetap khawatir. Lalu saya ke sekolah meminta informasi dan pengarahan. Ternyata bisa mendaftar dua jurusan di satu sekolah dan satu jurusan di sekolah lain,” katanya. 

Selain itu, Harsi juga membantu anaknya untuk menyiapkan berkas-berkas pendaftaran. Seperti surat keterangan sehat di fasilitas kesehatan, fotokopi Kartu Indonesia Anak  (KIA), fotokopi akta kelahiran, KK, KTP orang tua. Serta surat keterangan sehat dan penyataan orang tua yang juga disediakan sekolah.  

Ketua PPDB SMKN 3 Surakarta Sri Setyoraharjo mengatakan, masih banyak orang tua yang datang ke sekolah. Bahkan di hari pertama, akibat server PPDB down, 25 siswa yang meminta arahan pendaftaran di sekolah pun gagal. Baru setelah pukul 11.45, sekolah bisa mengakses kembali pendaftar di sekolahnya. 

“Hari ini juga banyak yang datang ke sekolah. Rata-rata terkendala aktivasi akun yang gagal, lalu upload data tapi nilai tidak keluar dan akhirnya dibantu operator kami. Selain itu, banyak KK yang tidak bisa masuk. Khusus KK ini segera kami koordinasikan dengan cabang dinas (cabdin),” ungkapnya. 

Meski banyak calon siswa yang didampingi orang tua, Setyo mengaku tetap anak yang mendaftar sendiri. Hal tersebut terlihat di mana orang tua diminta menunggu di luar ruangan. Sedangkan anak diarahkan pendaftaran di dalam ruangan sekolah. Sedangkan bagi wali murid yang sekadar meminta info, posko PPDB dibuka di depan aula sekolah. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia