alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Hari Ketiga PPDB Daring, Selesaikan 4 Ribu Masalah Akreditasi Sekolah

20 Juni 2020, 08: 31: 06 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek pelaksanaan PPDB daring hari ketiga di kantor Disdikbud Jateng, kemarin.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek pelaksanaan PPDB daring hari ketiga di kantor Disdikbud Jateng, kemarin.

Share this      

SEMARANG - Di hari ketiga pelaksanaan PPDB daring SMA/SMK, kemarin (19/6), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Ganjar memastikan jumlah komplain terkait PPDB online telah menurun dan sekitar 4 ribu masalah akreditasi sekolah berhasil diselesaikan.

Berdasarkan data di posko PPDB daring Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, jumlah komplain pada hari ketiga ada 106 layanan di posko, 130 layanan melalui telepon, dan 29 layanan melalui laporgub. Jumlah itu menurun dari dua hari sebelumnya.

Sebelumnya, pada hari pertama PPDB online, Rabu (17/6), posko mencatat ada 85 layanan komplain. Jumlahnya meningkat pada hari kedua, sebanyak 197 layanan. Sementara untuk layanan komplain melalui telepon pada hari kedua pendaftaran mencapai 301 layanan, namun turun di hari kedua menjadi 233 layanan.

Begitu halnya layanan komplain yang masuk dari laporgub pada hari pertama sebanyak 53 layanan. Dan, jumlahnya sempat meningkat menjadi 68 layanan pada hari kedua. Berbagai laporan komplain di antaranya terkait masalah kependudukan, alur mekanisme pendaftaran, dan masalah lainnya.

"Kalau dilihat dari sisi komplainnya makin menurun, baik yang datang maupun by phone. Tadi beberapa yang kita selesaikan. Hari ini ada bagaimana mengoreksi. Ini ada salah satu contoh, adiknya tadi salah input tahun lahir, sekarang sudah diinput, sudah diperbaiki," kata Ganjar.

Ganjar mengtakan, metode terkait cara mengoreksi itu yang akan disampaikan kepada publik. Sehingga ke depan masyarakat bisa memahami cara mengoreksi. Jika ada yang perlu diperbaiki oleh pendaftar, nanti akan diberikan catatan dari sistem.

"Kepada publik, saya mau mengingatkan, kalau mau mengoreksi masih bisa, ada caranya. Nanti akan ada notice dari sistem," ungkapnya.

Di sisi lain, Ganjar juga kembali mengingatkan kepada orang tua dan calon siswa tentang kejujuran dalam menginput data. Termasuk jika memiliki piagam, yang dicantumkan pun harus berjenjang.

"Perhatikan, kalau tidak berjenjang, tidak laku. Tadi sudah ada koreksinya. Terus mari kita jaga kejujuran. Kejujuran ini penting agar anak-anak kita mau mulai belajar, ini datanya harus benar," tegas dia.

Lantas, bagaimana dengan pendaftar yang masuk dalam daerah blank spot atau tidak ada sekolah di daerah tempat tinggal? Ganjar mengatakan, pendaftar di daerah blank spot akan mendapat diskon skor.

"Nanti dia (pendaftar) akan bisa dibantu, didorong dengan skor itu agar bisa mendekat. Jadi semacam bonus skor karena faktanya ada yang seperti itu," jelasnya.

Selain itu, permasalahan akreditasi sekolah menengah juga ditemukan. Seperti diketahui, pengelolaan SMP berada di kabupaten/kota. Nah, persoalannya ada yang akreditasinya tidak dicantumkan. Bahkan ada yang sudah kedaluarsa sehingga masuk ke daerah blank spot dan tidak terdata di sistem.

"Tadi masih ada beberapa yang coba kita bereskan, minimal lapor langsung ke saya, terkait SMP-SMP yang punya problem akreditasi. Ternyata setelah tadi dibuka aksesnya, dari sekitar 5 ribu masalah akreditasi, kurang lebih 4 ribu sudah berhasil di-resque," pungkas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia