alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Berbasis Proyek Solusi di Tengah Pandemi

20 Juni 2020, 16: 24: 01 WIB | editor : Perdana

Daryanti Apriani, S.Pd, Guru Kelas VA  SD N Terbansari 1 Yogyakarta

Daryanti Apriani, S.Pd, Guru Kelas VA SD N Terbansari 1 Yogyakarta

Share this      

Oleh:  Daryanti Apriani, S.Pd, Guru Kelas VA  SD N Terbansari 1 Yogyakarta 

KEMENTERIAN Pendidikan Republik Indonesia merancang pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi corona berlangsung. Dengan berubahnya kebiasaan pembelajaran yang biasa dilakukan dengan tatap muka, kini pembelajaran berlangsung dengan jarak jauh, tentunya memberikan nuansa yang berbeda, baik bagi guru maupun siswa.  Pembelajaran jarak jauh memberikan tantangan tersendiri bagi guru dalam menyusun skenario pembelajaran.

Pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 saat ini, menargetkan tercapainya kecakapan abad 21 yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ). Aktivitas pembelajaran diharapkan mampu mengembangkan kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical Thinking and Problem Solving Skill), kecakapan berkomunikasi (Communication Skills), kecakapan kreatifitas dan inovasi (Creativity and Innovation), dan kecakapan kolaborasi (Collaboration). 

Pembelajaran berbasis proyek menjadi salah satu alternatif di tengah pandemi saat ini. Menurut BIE 1999 dalam Trianto (2014) Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang siswa bekerja secara otonom mengkonstruksi belajar mereka sendiri dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai realistik. Sedangkan Hasnawati (2015), menyatakan bahwa model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai kegiatan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas siswa untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. 

Materi Bahasa Indonesia Kelas V SD tentang iklan, salah satu jenis iklan adalah iklan layanan masyarakat. Terkait materi tersebut, peserta didik diminta membuat iklan layanan masyarakat tentang perilaku yang harus dikembangkan di tengah pandemi virus corona. Iklan layanan masyarakat ini berupa video berisi anjuran kepada masyarakat tentang hal yang harus dilakukan, serta harapan peserta didik.

Hal pertama yang harus dilakukan peserta didik adalah mencari informasi secara lengkap tentang bahaya virus corona dan perilaku yang harus dilakukan di tengah pandemi. Kedua, siswa menyusun skenario iklan yang akan dibuat. Ketiga, Menghubungi pihak yang akan diajak berkolaborasi dalam iklan yang dibuat. Keempat, mulai melakukan perekaman video. Kelima, meng-upload video tersebut ke Facebook bagi yeng memiliki akun. Bagi yang tidak memiliki diminta mengirimkan hasil video melalui WhatsApp.  Bagi yang terkendala dengan kuota internet, ditolerir dengan mengirimkan iklan berupa poster dan dikirim ke sekolah melalui metode luar jaringan (luring). 

Melalui kegiatan proyek tersebut, peserta didik dapat mengembangkan kecakapan berkomunikasi, berkreasi, pemecahan masalah dan berkolaborasi, serta pemanfaatan penguasaan TIK dalam proses pembuatan iklan layanan masyarakat terkait kondisi terkini yang sedang mereka alami. Hal tersebut sejalan yang diungkapkan dalam (Abidin, 2014) bahwa model pembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu model  pembelajaran yang sangat baik dalam mengembangkan berbagai keterampilan dasar, yang harus dimiliki siswa. Termasuk keterampilan berpikir, keterampilan membuat keputusan, kemampuan berkreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan sekaligus dipandang efektif untuk mengembangkan rasa percaya diri dan manajemen diri peserta didik. (*) 

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia