alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Punya Gedung Baru, OJK Ikut Andil Tingkatkan Ekonomi di Surakarta

20 Juni 2020, 23: 00: 18 WIB | editor : Perdana

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kiri) serahkan tumpeng kepada Wali Kota surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di sela peresmian gedung baru, kemarin.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kiri) serahkan tumpeng kepada Wali Kota surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di sela peresmian gedung baru, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan gedung baru di Jalan Slamet Riyadi, Solo, kemarin. Diresmikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, acara dihadiri Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Ketua DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo, dan jajaran forkompinda setempat.

Dalam sambutannya, Wimboh menyebut peran vital kantor baru tersebut. Yakni ikut andil dalam meningkatkan roda perekonomian di eks Karesidenan Surakarta. Meliputi Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Klaten.

“Wilayah pengawasan kantor OJK Solo mencakup Kota Solo dan enam kabupaten. Di sektor perbankan di wilayah Solo dan sekitarnya, meliputi 190 kantor cabang perbankan, 73 kantor pusat BPR (bank perkreditan rakyat), dan delapan kantor pusat BPR Syariah,” ucapnya.

Tamu undangan jajal auditorium di gedung baru OJK Solo.

Tamu undangan jajal auditorium di gedung baru OJK Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Kontribusi pembiayaan perbankan di Kota Bengawan hingga April 2020, kredit modal kerja tumbuh 6,52 persen year-on-year (YoY). Kredit untuk usaha mikro tumbuh 16,4 persen (YoY), dan kredit kepada usaha kecil tumbuh 20,23 persen (YoY). Sedangkan kredit untuk sektor prioritas, seperti industri pengolahan, perikanan, perdagangan, dan konstruksi juga mengalami pertumbuhan dibanding tahun lalu.

“Realisasi restrukturisasi kredit atau pembiayaan di sektor UMKM di wilayah Solo dan sekitarnya hingga 10 Juni 2020 di sektor perbankan, total tercatat 51 bank umum, 72 BPR, dan delapan BPR syariah telah melakukan restrukturisasi. Outstanding-nya Rp 13,24 triliun dengan jumlah debitur 157.522,” paparnya.

Menurut Wimboh, ekonomi daerah berperan penting dalam menopang percepatan recovery ekonomi nasional. Dalam mendorong peran daerah, keberadaan kantor OJK sangat diperlukan untuk meningkatkan layanan bagi industri jasa keuangan dan masyarakat, sesuai arah kebijakan OJK. Yaitu kontributif, stabil, dan inklusif serta berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap industri jasa keuangan di Solo terus memberikan kontribusi optimal untuk membantu implementasi kebijakan restrukturisasi. Dan terus mengembangkan potensi ekonomi di Kota Solo pascapandemi Covid-19. Dengan begitu, perekonomian meningkat dan kesejahteraan masyarakat tercapai,” urainya.

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, peresmian digelar sederhana. Ditandai pemotongan tumpeng oleh Wimboh dan diserahkan ke wali kota. Pada kesempatan ini, seluruh tamu undangan berkesempatan menjajal auditorium sekelas gedung bioskop.

“Kami wajibkan tamu undangan yang hadir mematuhi protokol kesehatan. Yakni mengenakan masker, melewati pengecekan suhu tubuh, dan memakai hand sanitizer yang telah disediakan. Kami juga menghindari kontak fisik selama agenda peresmian,” sambung Kepala OJK Solo Eko Yunianto. (aya/fer/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia