alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Warning Pengguna SKD Aspal saat PPDB: Saya Gandeng Kepolisian

23 Juni 2020, 17: 09: 20 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus mewanti-wanti kepada calon siswa dan orang tua untuk jujur dalam proses peneriamaan peserta didik baru (PPDB) 2020. Ganjar tak segan mengambil langkah hukum bai siapapun yang nekat melakukan pemalsuan data.

"Saya ingatkan, tolong jangan ajari anak kita untuk tidak jujur. Jangan gunakan SKD aspal, asli tapi palsu karena dia tidak tinggal di situ. Bukan tidak mungkin kalau ini masif (penggunaan SKD aspal), saya gandeng kepolisian dan penegak hukum karena ini termasuk pemalsuan data," kata Ganjar usai rapat evaluasi PPDB di ruang kerjanya, Selasa (23/6).

Ganjar pun  meminta disdik untuk mengerahkan semua guru yang ada di Jateng melakukan validasi dan verifikasi. Disdik juga diminta menggandeng dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) untuk memastikan kebenaran SKD itu. 

"Gandeng dukcapil untuk melakukan cleansing data agar ini benar-benar akurat," kata gubernur.

Tak hanya soal SKD, Ganjar juga mewanti-wanti adanya penggunaan sertifikat kejuaraan palsu. Untuk itu, pihaknya meminta disdik jeli dan teliti dalam proses validasi serta verifikasi itu. "Kalau ditemukan, jangan segan untuk langsung mencopot. Karena ini soal integritas," tegas Ganjar.

Begitu pula untuk jalur afirmasi bagi anak tenaga medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19, Ganjar menegaskan agar tidak ada yang coba cari-cari kesempatan. Sebab, dalam aturannya sudah jelas, hanya untuk anak tenaga medis dan menangani Covid-19.

”Sekarang ada yang mengaku tim Covid (nontenaga medis, Red) dan menggunakan itu, kan tidak bisa. Misalnya saya sekarang ini juga masuk tim penanganan Covid-19, tapi ya jangan kemudian saya mendaftarkan anak saya melalui jalur itu," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumeri mengatakan, penggunaan SKD banyak terjadi di sekolah-sekolah yang dipandang favorit. "Misalnya di SMA 1 Semarang ada 103 orang pakai SKD, di SMA 2 Semarang ada 114 SKD, dan SMA 3 Semarang ada 139 yang menggunakan SKD," ucap Jumeri.

Pihaknya memastikan akan mengecek secara teliti terkait kebenaran SKD itu. Disdik juga telah menggelar rapat dengan seluruh jajaran kepala sekolah se Jateng agar masing-masing melakukan pengecekan.

"Tak hanya SKD, tapi juga persyaratan lain termasuk sertifikat kejuaraan harus dicek keakuratannya," ucap Jumeri. (bay/ria)

(rs/ria/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia