alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Inovasi Irfan Hidayah, Gagas Modul "Ambyar" Berbasis Android Gambar 3D

24 Juni 2020, 18: 43: 38 WIB | editor : Perdana

Irfan Hidayah menunjukkan menu utama aplikasi pembelajaran Modul Ambyar, kemarin.

Irfan Hidayah menunjukkan menu utama aplikasi pembelajaran Modul Ambyar, kemarin. (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

Pandemi Covid-19 melahirkan kreativitas para pendidik. Irfan Hidayah membuat media pembelajaran berbasis Android. Modul berisi materi bergambar 3D. Apa saja keunikannya?

RYAN AGUSTIONO, Solo, Radar Solo

KARYA guru bahasa Indonesia SMPIT Insan Kamil Karanganyar ini diberi nama Ambyar. Akronim dari “asyiknya modul belajar berbasis argumen realiti”. Media  pembelajaran ini memang bersifat interaktif. Materi lebih banyak menampilkan gambar 3D disertai penjelasan yang gamblang tentang suatu objek sehingga siswa lebih tertarik dalam belajar.

Contoh gambar 3D yang telah di-scan.

Contoh gambar 3D yang telah di-scan. (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Di dalam aplikasi terdapat beberapa fitur di menu utama, yakni scan, cara penggunaan, profil pembuat, dan logout. Masing-masing fitur memiliki kegunaan, namun yang paling penting adalah di menu scan dan cara main. Sebab, itulah fokus media pembelajaran dapat dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online.

Pada menu scan cukup klik tombol scan, kemudian scan gambar yang telah disediakan. Misal scan gambar wisata seperti Gunung Lawu atau Candi Cetho yang terletak di Karanganyar. Nantinya gambar yang di-scan akan menampilkan animasi 3D di layar gawai.

“Saat muncul tampilan gambar 3D akan ada menu penjelasan. Misal lokasi, maka menu penjelasan berupa video, lalu menu angle foto tentang objek gambar tersebut,” kata Irfan Hidayah, Selasa (23/6).

Irfan sudah menggagas modul ini pada pertengahan April lalu. Saat siswa harus belajar daring akibat pandemi Covid-19, dia sebagai guru bahasa Indonesia mencari cara bagaimana bisa menyampaikan materi pelajaran dengan mudah dan bisa diterima siswa. Setelah mencoba beragam simulasi, akhirnya muncul gagasan membuat modul Ambyar tadi.

Alasan dia menamakan modul Ambyar, karena kata ini sudah populer di kalangan masyarakat, termasuk generasi milenial. Merujuk pada julukan untuk fans dari penyanyi legendaris campursari mendiang Didi Kempot, yakni sobat ambyar.

“Modul ini masih dalam perbaikan. Tentunya saya berharap aplikasi ini bisa tersedia di play store setelah memenuhi tahapan-tahapan tertentu. Harapannya, modul yang masih dalam proses pengembangan ini segera bisa digunakan untuk belajar anak-anak, terutama SMP ataupun SD,” ujarnya.

Irfan mengungkapkan, saat pandemi Covid-19, dia merasa saat itu pembelajaran siswa masih kurang efektif. Kemudian, dia mendapat ide untuk memunculkan pembelajaran secara praktis dan mudah dipahami.

“Tujuannya adalah menstimulus siswa agar asyik belajar. Ini kan 3D, anak-anak bisa mengeksplor daya berpikir kritisnya, dan menambah pengamatan sehingga tujuan pembelajarannya tercapai. Berbeda dengan materi yang biasa-biasa saja, akan terasa membosankan bagi anak-anak. Intinya pembelajaran ini ilustrasi untuk memantapkan penangkapan gambaran berpikir siswa,” ujarnya. (*/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia