alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ribuan Calon Siswa di Jawa Tengah Cabut Berkas SKD yang Diduga Aspal

24 Juni 2020, 20: 10: 13 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG - Ancaman Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang akan memidanakan para pengguna surat keterangan domisili (SKD) asli tapi palsu (aspal) dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), cukup efektif. Terbukti, banyak orang tua siswa yang kini mencabut berkas SKD. 

Ganjar kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) proses PPDB di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Rabu (24/6). Saat sidak tersebut, dia mendapat laporan dari panitia jika sudah ada 1.007 pendaftar yang sebelumnya menggunakan SKD, kini mencabut berkas tersebut.

"Sampai hari ini sudah banyak yang mencabut berkas SKD. Sementara ada 1.007 pendaftar yang menggunakan SKD, kemudian mencabut berkas untuk mendaftar kembali dengan data yang benar," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri.

Ganjar bahkan sempat menelepon salah satu orang tua siswa yang mencabut berkas SKD itu. Kepada Ganjar, orang tua calon siswa berinisial S membenarkan bahwa SKD yang digunakan adalah palsu.

"Anak saya ingin sekolah di SMAN 2 Pati, Pak. Sementara rumah saya jauh. Saya ditangisi anak, jadi bingung. Anak saya coba pakai jalur prestasi, tapi kegeser. Akhirnya saya berusaha mencari itu (SKD)," kata S kepada Ganjar.

Menurut pengakuan S, dia memperoleh SKD itu dengan cara meminta tolong kepala desa di sekolah yang akan dituju. Kebetulan, kepala desa tersebut masih saudara dengan S. "Masih saudara, jadi gampang, Pak. Gratis lagi," imbuhnya.

Beruntung, niat buruk itu segera disadari S dengan mencabut berkas SKD sang anak. Apalagi dia mendapat peringatan dari panitia PPDB serta membaca berita soal ancaman Ganjar yang akan serius membawa ke jalur hukum bagi siapa saja pengguna SKD palsu. "Saya cabut karena takut, Pak. Selain itu, memang sudah diingatkan pihak panitia," ucap dia.

Mendengar pengakuan S tersebut, Ganjar sama sekali tak marah. Gubernur justru mengapresiasi sikap S yang dengan sadar mencabut berkas SKD anaknya yang palsu, serta mau dengan jujur mengakui kesalahannya. Ganjar pun meyakinkan S agar tetap memberi support untuk sang anak, meski tak harus masuk di sekolah yang diincar.

"Maturnuwun panjenengan jujur (terima kasih Anda sudah jujur), njenengan mbantu luar biasa. Salam buat ananda ya," ucap Ganjar.

Di sisi lain, Ganjar melihat ada perkembangan positif luar biasa saat dia sidak, hari ini. Selain dicabutnya berkas-berkas SKD yang diduga aspal, persoalan terkait sertifikat lomba dan zonasi sudah terselesaikan dengan baik.  

"Setelah Pak kepala dinas membuat statemen dan saya juga, kami upload, Alhamdulillah mulai ada kesadaran orang menarik SKD. Artinya hipotesis kami yang menduga ada banyak pemalsuan SKD ada benarnya, bahwa mereka mengada-ada. Buktinya sekarang banyak yang mencabut," kata Ganjar.

Ganjar pun mengingatkan kepada pendaftar yang masih menggunakan SKD aspal untuk segera mencabutnya. Sebab, sanksi berupa pencoretan nama siswa hingga membawa ke jalur hukum, benar-benar akan dilakukan.

Apalagi, Ganjar juga telah memerintahkan seluruh kepala sekolah di Jateng untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi data secara cermat. “Kami masih memberi kesempatan untuk mencabut dan mendaftar kembali, tapi jangan gunakan SKD yang datanya tidak benar," tegas Ganjar.

Sebaliknya, Ganjar mengucapkan terima kasih bagi pendaftar dan orang tua siswa yang dengan kejujuran dan kesadaran mau mencabut berkas SKD mereka yang aspal. Karena SKD yang dibuat itu tak sesuai dengan kriteria persyaratan dalam PPDB. (bay/ria)

(rs/bay/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia