alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Mesin Boiler Meledak, Pemilik Bengkel Terlontar & Meninggal di Tempat

Getaran Hebat Sempat Dikira Letusan Merapi

24 Juni 2020, 23: 44: 40 WIB | editor : Perdana

Kondisi bengkel di Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom yang porak poranda usai ledakan mesin boiler 

Kondisi bengkel di Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom yang porak poranda usai ledakan mesin boiler  (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Mesin boiler atau alat pemanas untuk produksi tahu meledak di sebuah bengkel mesin reka cipta di Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom pada Rabu (24/6) siang. Sang pemilik bengkel, Edy Susanto menjadi korban dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kejadian bermula saat dilakukan uji coba mesin boiler pada jam istirahat pekerja bengkel. Total ada 10 karyawan di bengkel itu. Tapi yang masih bekerja ada delapan karyawan, plus sang pemilik bengkel, Edy.

“Saat kejadian itu, ada tiga orang di dekat mesin boiler yang tengah diuji coba. Tapi posisi saya berada di dalam tabung penampung air yang jaraknya sekitar 1,5 meter. Kebetulan bos saya (Edy) melintas di sisi utara dari mesin tersebut, yang tiba-tiba meledak,” jelas salah satu karyawan, Sihono, 35.

Sihono selamat dari kejadian meledaknya mesin boiler tersebut karena beristirahat di dalam tabung penampung air. Dua temannya yang berada di bengkel juga selamat. Sayang, saat mesin boiler meledak, Edy langsung terlontar sejauh 2 meter ke dalam rumah.

Ledakan mesin boiler itu membuat bengkel rusak porak poranda. Bahkan suara ledakan terdengar hingga sejauh 2 km dari lokasi kejadian. Termasuk menimbulkan getaran yang awalnya dikira warga merupakan semburan letusan Gunung Merapi. Warga yang kaget pun berduyun-duyun keluar rumah.

“Saat ledakan terjadi, saya seperti mati sesaat karena suaranya seperti bom. Hingga akhirnya saya baru menyadari jika ledakan itu berasal dari mesin boiler. Saya sempat mencari bos saya yang ternyata telah mengalami luka cukup parah,” papar Sihono.

Dia menduga ledakan disebabkan tekanan yang tinggi dari alat pemanas tersebut. Padahal sebelumnya uji coba untuk mesin boiler lain juga telah dilakukan, tapi tidak meledak. Bengkel yang sudah berdiri beberapa tahun itu memproduksi semacam mesin boiler hingga tangki untuk penampungan air maupun BBM.

Kaur Umum dan Perencanaan Pemdes Soropaten Tri Anindina Sigit Cahyono mengungkapkan, ledakan terjadi karena adanya malfungsi saat dilakukan penyetelan mesin boiler.

“Saya kira untuk izin usaha bengkel ini sudah dimiliki karena telah bekerja sama dengan BUMDes Troso untuk mesin nusantara. Terkait perizinan dan legalitas, sudah ada tentunya,” jelas Tri.

Lebih lanjut Tri mengungkapkan, saat mendatangi lokasi kejadian, dia melihat korban sudah tergelatak tak berdaya. Korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala akibat terkena serpihan plat besi yang menjadi bahan utama pembuatan sejumlah mesin.

“Sedangkan untuk mesin yang meledak, terlontar hingga ke bagian belakang bengkel,” papar dia.

Sementara itu, Kapolsek Karanganom AKP Tri Harni menjelaskan, usai mendapat laporan, anggota langsung menuju lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun sudah selesai dilakukan. (ren/ria)



(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia