alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Dituding Gudang SKD, Lurah Giripurwo: Kami Buat kalau Ada Pengantar RT

25 Juni 2020, 13: 40: 30 WIB | editor : Perdana

Lurah Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota Tumino tunjukkan salinan SKD kemarin (24/6).

Lurah Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota Tumino tunjukkan salinan SKD kemarin (24/6). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Surat keterangan domisili (SKD) yang disertakan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) menjadi sorotan. Menyusul indikasi kuat adanya SKD abal-abal. Sebab itu, ketua RT maupun RW diminta lebih selektif ketika memberikan surat pengantar. 

Lurah Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota Tumino menuturkan, pihaknya tidak akan memberikan SKD tanpa ada pengantar dari RT-RW. Artinya, ketua RT-RW menjadi kunci diterbitkannya SKD. Sebab, pihak kelurahan tidak melakukan pengecekan lebih lanjut karena sudah ada surat pengantar RT setempat. 

Menurut Tumino, pernah ada warga lain desa yang memprotes penerbitan SKD dari kelurahannya. "Yang bersangkutan komplain, apa Giripurwo itu gudangnya SKD? Begitu. Kalau ada pengantar dari RT ya dibuatkan, kalau tidak ya mohon maaf, tidak kami buatkan," ujarnya, kemarin.

“Ada perintah dari camat juga agar jangan sampai memberikan SKD kalau tidak ada keterangan dari RT,” imbuh Tumino. Disebutkan dia, pada bulan ini kelurahan setempat telah menerbitkan 15 SKD.

Terpisah, Camat Wonogiri Joko Purwidyatmo menegaskan kepada pihak kelurahan dan desa agar tidak memudahkan penerbitan SKD. "SKD kan cukup dari RT dan kelurahan. Saya khawatir kades dan lurah mengeluarkan itu (SKD tanpa pertimbangan)," terangnya.

Bagi ketua RT, Joko meminta lebih berhati-hati dan selektif menerbitkan SKD. Kades maupun lurah tidak akan menerbitkan SKD tanpa lampiran kartu keluarga (KK) dan surat pengantar RT yang jelas. (al/wa/ria) 

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia