alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

92 Remaja di Sukoharjo Ajukan Dispensasi Nikah, Mayoritas Hamil Duluan

25 Juni 2020, 14: 45: 46 WIB | editor : Perdana

Masyarakat antre mendapatkan pelayanan di Pengadilan Agama Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6)

Masyarakat antre mendapatkan pelayanan di Pengadilan Agama Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6) (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Selama semester pertama tahun ini, Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo mencatat sebanyak 92 anak di bawah umur mengajukan permohonan dispensasi menikah. Mayoritas dari mereka sudah berbadan dua alias hamil di luar nikah.

"Saat mengajukan permohonan (dispensasi menikah) pasti ditanya, umurnya masih muda, kenapa mau menikah? Menunggu cukup umur dulu saja. Tapi banyak yang menjawab alasannya karena sudah hamil," ungkap Ketua PA Sukoharjo Muhammad Fauzi, kemarin.

Ketika menyatakan telah hamil di luar nikah, lanjut Fauzi, mau tidak mau pihaknya harus memberikan perlindungan. Sehingga permohonan dispensasi menikah hampir dipastikan bisa dikabulkan.

“Tapi ada juga contoh kasus misalnya, orang tua sama-sama sudah setuju, lalu dinikahkan. Padahal anaknya belum cukup umur, tapi dipaksa menikah. Nah, ini pasti bakal ditolak (dapat dispensasi menikah). Karena dasar menikah adalah saling suka, bukan paksaan," beber dia.

Mengacu Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, baik laki-laki maupun perempuan yang belum berusia 19 tahun tidak bisa menikah.

Regulasi tersebut berbeda dengan sebelumnya yang mengizinkan perempuan dengan minimal usia 16 tahun dan laki-laki 19 tahun untuk menikah.

Panitera Muda Hukum PA Sukoharjo Wasalam menambahkan, pada Januari 2020 terdapat 26 orang mengajukan dispensasi perkawinan. Turun menjadi 19 orang pada Februari, dan Maret hanya 14 orang. 

Saat pelayanan PA Sukoharjo ditutup April lalu karena pandemi Covid-19, terdapat dua pemohon dispensasi menikah dan Mei enam pemohon. Pada bulan ini, tercatat 25 orang pemohon. "Total dari Januari sampai Juni mencapi 92 pemohon (dispensasi menikah)," ucapnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia