alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Jelang Idul Adha, Penjualan Sapi di Sukoharjo Lesu, Harga Anjlok

26 Juni 2020, 13: 02: 48 WIB | editor : Perdana

Tim Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo melakukan pemeriksaan hewan di peternakan milik Panidi di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo.

Tim Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo melakukan pemeriksaan hewan di peternakan milik Panidi di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Karena terdampak pandemi Covid-19, penjualan sapi untuk hewan kurban menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Harga sapi pun melesat turun.

Panidi, 58 peternak sapi asal Kampung Brumbung RT 3 RW 2, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo mengaku, penjualan sapi tahun ini lebih sepi dibanding tahun lalu. Penurunan diperkirakan sekitar 50 persen dibanding Idul Adha 2019.

"Biasanya menjelang Idul Adha kurang sebulan sudah banyak pembeli yang datang. Saat ini belum ada, sepi," kata Panidi saat ditemui di peternakan sapi miliknya di desa setempat, kemarin.

Saat ini Panidi hanya memiliki 15 ekor sapi yang dipelihara untuk dijual saat Idul Adha. Padahal, tahun lalu dia mampu memelihara hingga 50 ekor dari berbagai jenis.

"Ya ada limosin, brahma, dan lainnya. Semua ada," katanya.

Tahun lalu, Panidi mengaku bisa menjual sapinya Rp 50 juta sampai Rp 60 juta per ekor. Namun, tahun ini sapi yang ditawarkan dia termahal hanya Rp 35 juta. Itu pun sapi dengan bobot 700 kg sampai 900 kg.

"Ya karena korona ini, biasanya yang beli sekitar Solo dan Sukoharjo," katanya.

Di tempat yang sama, tim dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo tengah melakukan pemeriksaan dan pemberian vitamin kepada sapi di peternakan Panidi. Belasan sapi diberikan vitamin dan diperiksa kesehatannya, supaya sapi tetap dalam keadaan sehat dan siap untuk menjadi hewan kurban.

"Saya sudah memeriksa di dua Kecamatan, yakni Gatak dan Sukoharjo kota," kata Drh. Leni Sri Lestari, kepala UPTD Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, kemarin.

Diakui Leni, sampai saat ini belum ada rekap jumlah hewan kurban yang sudah diperiksa. Namun, dari 2 kecamatan yakni Gatak dan Sukoharjo yang telah diperiksanya, secara umum kondisi sapi sehat.

"Ya ada sapi satu dua yang demam tiga hari, tapi sudah kita beri vitamin. Belum ada indikasi penyakit yang serius," katanya.

Leni menyebut, populasi sapi, baik jantan dan betina mencapi 29 ribu ekor. Namun bisa mencapai 30 ribu sampai 32 ribu ekor menjelang Idul Adha.

"Menjelang Idul Adha banyak tambahan dari luar daerah di sekitar Sukoharjo seperti Wonogiri. Pemantauan untuk yang dari luar Sukoharjo di Pasar Hewan Bekonang," katanya.

Tim akan melakukan pemeriksaan hewan, baik di masjid atau yang masih di pedagang pada H-2 menjelang Idul Adha. Hal ini untuk memastikan hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi sehat.

"Kalau sakit, kita rekomendasikan untuk ditukar, atau ditunda penyembelihannya. Bahkan nanti akan kita cek juga pada hari H, H+1, dan H+2," pungkasnya. (kwl/ria)





(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia