alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Wali Kota Rudy Minta KPU Tunda Pilkada Solo hingga 2021

26 Juni 2020, 13: 33: 46 WIB | editor : Perdana

Wali Kota Suakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Wali Kota Suakarta F.X. Hadi Rudyatmo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta untuk menunda pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Suksesi kepemimpinan Kota Solo dapat dilakukan pada 2021 dengan persiapan anggaran yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan wali kota menanggapi pernyataan Ketua KPU Pusat Arief Budiman yang mempersilakan KPU di masing-masing daerah untuk memutuskan tetap menjalankan atau menunda pilkada. Menurut Rudy, jika Pilkada Solo tetap digelar tahun ini risiko yang dihadapi jauh lebih besar.

“Kalau KPU mau menunda, itu lebih baik. Biar anggarannya longgar dan para petugas nggak terkena Covid. Saya khawatir petugas kena, nanti menular ke keluarganya. Kalau memang KPU dan petugas punya kekhawatiran, menurut saya ditunda 2021 saja,” kata Rudy, Jumat (26/6).

Jika dilaksanakan 2021, lanjut Rudy, pemkot dapat mengalokasikan anggaran sesuai dengan kebutuhan KPU. Khususnya tambahan anggaran menjadi Rp 11 miliar untuk memenuhi kebutuhan alat perlindungan diri (APD) petugas. Selain itu, penyelenggaraan pilkada pada 2021 tidak berpengaruh signifikan terhadap masa jabatan kepala daerah.

“Kalau 2021 dilantik, ya masa jabatannya sampai 2026. Apalagi pusat juga ada wacana pemilu serentak diundur. Kan pas,” ungkapnya.

Meski begitu, pemkot tidak akan memaksa KPU untuk menyetujui saran yang disampaikan wali kota tersebut. Terpisah, Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti belum mengambil kebijakan terkait penundaan Pilkada Solo. Hingga saat ini seluruh tahapan pemilu masih sama dengan jadwal sebelumnya.

“Verifikasi faktual akan dimulai 28 Juni. Kita kemarin sudah menerima bantuan APD dari pemkot, itu kita gunakan,” katanya.

Bantuan pemkot diserahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih. Terdiri dari 1.880 masker, 376 pelindung wajah alias faceshield, 19 botol hand sanitizer, satu thermogun, tujuh dispenser cuci tangan, 12 sabun cuci tangan, 35 tisu, dan 420 botol spray 100 ml.

“Lumayan bisa membantu operasional KPU,” kata Nurul. (irw/ria)

 

   

 

 



(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia