alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Semua karena Bejo, di Balik Kepindahan Gufron & Ikhwan ke PSS Sleman

26 Juni 2020, 17: 27: 47 WIB | editor : Perdana

Asyraq Gufron berlatih di Stadion Sriwedari, saat masih berseragam Persis Solo musim kompetisi 2016/2017 lalu. Kini dia membela panji PSS Sleman.

Asyraq Gufron berlatih di Stadion Sriwedari, saat masih berseragam Persis Solo musim kompetisi 2016/2017 lalu. Kini dia membela panji PSS Sleman. (ISWARA BAGUS N./RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Persis Solo musim kompetisi Liga 2 2017 dan 2018 pernah memiliki duo tembok tebal di jantung pertahanan. Yakni Asyraq Gufron dan Ikhwan Ciptadi. Saking kukuhnya, Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo– tercatat sebagai salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. 

Sayang, kebersamaan bond kebanggaan wong Solo dengan Asyraq dan Ikhwan hanya seumuran jagung. Setelah keduanya pilih hengkang ke tim tetangga, PSS Sleman musim kompetisi 2018. Tepatnya setelah Super Elang Jawa (julukan PSS Sleman) lolos babak delapan besar. Sedangkan Persis hanya sampai babak penyisihan grup.

Hebatnya, Gufron dan Ikhwan berhasil membawa PSS juara Liga 2. Sekaligus memastikan satu tiket promosi ke Liga 1. Bahkan sampai sekarang, keduanya masih dipercaya jadi bagian dari kompartemen lini pertahanan klub kebanggaan Slemania dan BCS tersebut.

Tapi siapa sangka, ada sosok penting di balik kepindahan Gufron dan Ikhwan. Sosok tersebut tak lain Listyanto “Bejo” Raharjo. Eks pemain timnas sekaligus pelatih kiper PSS. Pria asal Solo inilah yang merayu keduanya agar bersedia merapat ke Kota Sembada (julukan Kabupaten Sleman).

“Kebetulan saya sempat melihat Persis Solo bermain di Stadion Manahan saat pulang ke Solo. Kalau tidak salah 2018. Saya kepincut permainan Gufron dan Ikhwan ya di Persis itu. Setelah PSS butuh tambahan pemain di babak 8 besar dan Persis sudah pasti tersingkir, akhirnya saya ajak gabung PSS. Tapi syaratnya, datangnya harus berdua karena sepaket,” ujar Listiyanto Raharjo kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Pria yang akrab disapa Bejo memang mendapat mandat khusus dari manajemen PSS. Bertugas memantau pemain baru, khususnya di posisi jantung pertahanan. Sebab, duet bek PSS sebelumnya, yakni Jodi Kustiawan dan Zamzami dianggap masih angin-anginan.

“Manajemen PSS sangat takjub setelah melihat permainan Gufron dan Ikhwan. Istimewa sekali performa keduanya. Tidak salah saya bujuk mereka ke Sleman,” beber Bejo.

Setelah era Gufron dan Ikhwan berakhir di Kota Bengawan, Laskar Sambernyawa mulai meraba-raba pemain pengganti. Terutama di posisi centerback. Musim ini misalnya. Ada beberapa nama yang masuk proyeksi jadi starter. Sebut saja Joko Susilo, Susanto, hingga M. Alaik Sobrina. Sayang, pemain naturalisasi Kamerun Bruno Casimir yang ditunjuk sebagai kapten malah didepak. (nik/fer/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia