alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Sisi Lain Panitia PPDB Telusuri Surat Keterangan Domisili Calon Siswa

Punya Trik Khusus Ketahui SKD Aspal

26 Juni 2020, 17: 40: 42 WIB | editor : Perdana

Panitia PPDB memverifikasi berkas SKD calon siswa ke RT setempat.

Panitia PPDB memverifikasi berkas SKD calon siswa ke RT setempat. (DOK PRIBADI)

Share this      

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK cukup menguras tenaga. Terutama soal verifikasi surat keterangan domisili (SKD) ke lingkungan rumah calon siswa. Panitia pun sampai kewalahan. Seperti apa lika-likunya?

RAGIL LISTIYO, Solo, Radar Solo 

HARI terakhir PPDB SMA/SMA kemarin (25/6), tidak seramai hari-hari sebelumnya. Meski demikian, terlihat beberapa panitia PPDB SMAN 4 Surakarta masih tetap berjaga. Lengkap dengan masker dan hand sanitizer, mereka masih menunggui calon siswa yang akan dikonfirmasi. Lantaran data pendaftar masih terus berkembang.  

Sekretaris PPDB SMAN 4 Solo Dhanar Ali.

Sekretaris PPDB SMAN 4 Solo Dhanar Ali. (DOK PRIBADI)

“Kami mulai mendatangi calon siswa dengan SKD, Senin lalu (17/6). Karena perintah verifikasi dan konfirmasi data baru diinstruksikan Minggu malam. Ada lima tim verifikasi SKD. Di mana satu tim ada dua orang,” ungkap Sekretaris PPDB SMAN 4 Surakarta Dhanar Ali. 

Lembur verifikasi SKD tidak dijadikan beban bagi Dhanar. Karena hal tersebut sudah menjadi tugas dan demi membantu calon siswa agar bisa segera memperbaiki berkas bila ditemukan kekeliruan. Verifikasi SKD dilakukan tiap pukul 16.00 sampai selesai. Terkadang banyak juga panitia yang harus lembur sampai malam. 

“Jadi kami cetak SKD-nya lalu mencari alamat calon siswa. Kami mulai verifikasi ke ketua RT dan tetangganya sore. Karena penutupan layanan PPDB tiap pukul 16.00. Sehari bisa delapan SKD yang harus kami verifikasi. Hasilnya juga macam-macam,” katanya. 

Dhanar mengaku RT menjadi tujuan awal verifikasi. Ini untuk memastikan RT tersebut benar-benar mengeluarkan SKD. Sehingga RT turut bertanggung jawab pada SKD yang dibuat. Dhanar mengaku memiliki tips untuk mengetahui SKD asli tapi paslu (aspal) atau tidak. Yakni, dari jawaban dari RT ketika ditanyai tentang calon siswa. 

“Banyak juga SKD yang benar. Tapi ada beberapa yang terindikasi bermasalah. Ini bisa terlihat dari jawaban RT yang bingung. Bahkan mengaku tidak tahu atau mengaku titipan dari kelurahan karena saudaranya,” katanya. 

Temuan-temuan tersebut langsung dilaporkan ke ketua PPDB sekolah. Selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada calon siswa. Hingga hari terakhir PPDB ada dua SKD aspal yang sudah dicabut dan dua SKD yang terindikasi bermasalah masih proses verifikasi. 

“Ada juga kami verifikasi keluarga dokter. Karena masa pandemi, kami hanya wawancara dari luar gerbang. Ini sudah menjadi bagian dari tugas. Meski sebenarnya juga capek tapi tidak saya raskan. Yang penting kalau merasa lelah kami sendiri yang menjaga. Nanti masih ada proses verifikasi,” terangnya. 

Sementara itu, Ketua PPDB SMAN 4 Surakarta Nanang Inwanto mengatakan, selama proses verifikasi dan konfirmasi data calon siswa tidak jarang panitia harus lembur sampai malam. Tak terkecuali yang memverifikasi piagam. 

“Meski sudah dibagi tim, tidak jarang kami lembur sampai jam 21.00. Namun, kondisi panitia tetap kami perhatikan. Selepas lembur kami ajak makan malam bersama. Biar kesehatan tidak drop,” katanya. 

Pihak sekolah selalu mengupayakan agar bisa konfirmasi dengan calon siswa sehingga nantinya tidak terjadi kesalahan yang merugikan bagi mereka. Oleh karena itu, pemahaman dan pemberian motivasi selalu diberikan ketika konfirmasi dilakukan. 

“Kami mencoba ketemu dulu dan harus ketemu agar bisa memberikan penjelasan dan legawa. Semoga kesadaran berlaku jujur terus ditumbuhkan. Termasuk perbaikan sistem PPDB," terangnya.  

Pulang lembur dan kesulitan mempersiapkan pembelajaran daring juga dialami panitia PPDB SMAN 1 Surakarta Endang Siwi. Akibat banyaknya data SKD CPD yang harus diverifikasi, Endang mengaku kesulitan membagi waktu. Alhasil dirinya masih fokus memverifikasi SKD. 

“Kami semaksimal mungkin jalan dua-duanya. Karena ini masih fokus PPDB, semoga nanti awal Juli pada pekan pertama sudah persiapan untuk menyiapkan pembelajaran jarak jauh,” katanya. (*/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia