alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Menhub Cek Kesiapan KRL Solo-Jogja, Bakal Beroperasi Oktober

26 Juni 2020, 20: 00: 08 WIB | editor : Perdana

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek kesiapa sarana prasarana di Stasiun Solo-Balapan, Jumat (26/6).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek kesiapa sarana prasarana di Stasiun Solo-Balapan, Jumat (26/6). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan sarana dan prasarana jelang pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Jogja di Stasiun Solo-Balapan, Jumat (26/6). KRL itu akan mulai beroperasi pada Oktober mendatang.

Rombongan Kementerian Perhubungan tiba di Stasiun Solo Balapan sekitar pukul 11.45, usai menjalani serangkaian giat serupa di wilayah Klaten dan Jogja. 

"Kedatangan saya di Jogja dan Solo ini dalam rangka persiapan transportasi kereta api menuju era normal baru dan relasi kereta Jogja-Solo, yang merupakan rangkaian pendukung jalur pariwisata Candi Borobudur sebagai destinasi wisata super prioritas," kata menhub di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, Jogja dan Solo merupakan daerah yang memiliki sistem transportasi sangat lengkap. Di mana interkoneksi antara bandara dan stasiun kereta api sudah terjalin dengan baik. Di DIJ terdapat Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), didukung kereta api yang baru selesai dibangun 2021. Sementara di Solo Bandara Internasional Adi Soemarmo sudah terkoneksi dengan Stasiun Solo-Balapan. 

”Saya sebut Jogja dan Solo punya antarmoda terbaik dan bisa dijadikan contoh kota lain," kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menambahkan, kemenhub ingin memastikan kesiapan pengoperasian KRL Solo-Jogja. Sesuai rencana, KRL akan dioperasikan pada Oktober tahun ini. 

"KRL dioperasikan secara bertahap dengan relasi Jogja-Klaten terlebih dulu. Baru akhir tahun atau Desember beropesi sampai Solo," terang Zulfikri.

Pihaknya menilai jumlah penumpang KA Prameks relasi Solo-Jogja selama ini sangat tinggi sehingga perlu dioptimalkan. Salah satu caranya dengan regenerasi layanan, menggantinya dengan KRL. Teknis layanan dan pengoperasiannya pun serupa dengan layanan KRL di Jabodetabek. 

"Gerbong KRL masih diprodukasi PT INKA. Untuk tarif KRL sama dengan KA Prameks. Alasan kami mengoperasikan KRL karena lebih efisien, ramah lingkungan serta memiliki kapasitas jauh lebih banyak," tutup dia. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia