alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Server PPDB SMP Down, Calon Siswa Serbu Disdik Solo

26 Juni 2020, 22: 15: 31 WIB | editor : Perdana

Orang tua dan calon siswa mendatangi Desk PPDB Disdik Solo di lantai 3, Jumat (26/6).

Orang tua dan calon siswa mendatangi Desk PPDB Disdik Solo di lantai 3, Jumat (26/6). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Orang tua dan calon siswa ramai-ramai mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta. Mereka mengeluhkan server down di hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP, kemarin (26/6). Akibatnya, calon siswa kesulitan mendaftar sejak pukul 00.00. Server jalur zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua kembali normal sekitar pukul 10.30. 

Sebanyak 10 ribu lulusan SD akan berebut 25 sekolah negeri di Solo. Sebagian sudah mendaftar jalur afirmasi dengan kuota 30 persen tiap sekolah. Dan sisanya memperebutkan kuota jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. PPDB ketiga jalur tersebut akan digelar secara online mulai 26-30 Juni mendatang. 

Salah satu orang tua calon siswa asal Jebres M. Kautzar Riski mengaku kesulitan mendaftarkan anaknya dalam PPDB online. Meski akun PPDB sudah dibuat, namun laman PPDB tidak muncul. Kautzar lantas mencoba mendaftarkan anaknya sejak pukul 03.30 sampai pukul 05.00. Dan terus dicoba secara berkala tetapi tetap gagal. 

“Jadi sudah masukan password akun bisa. Tapi saat meng-input nomor induk siswa nasional (NISN) gagal. Makanya saya ke disdik untuk meminta bantuan. Sampai sini sekitar pukul 10.00, dan katanya memang server down dan sedang diperbaiki,” katanya, Jumat (26/6). 

Kautzar akan mendaftarkan anaknya ke SMPN 5 Surakarta. Setelah menunggu sekitar 30 menit, server sudah kembali normal. Petugas operator disdik membantu dalam pendaftaran. “Semoga tidak tergeser calon siswa lainnya. Meski sudah ada cadangan swasta (SMP), tapi kalau bisa ya tetap sekolah negeri dulu,” imbuhnya. 

Hal serupa juga dikeluhkan warga Kauman, Pasar Kliwon Dwi Haryanto. Dia bersama sang anak mencoba mendaftar dari pukul 00.00. Dwi mengaku mencoba hingga pagi dan hasilnya nihil. Karena khawatir tidak bisa mendaftarkan anaknya, Dwi lantas mendatangi disdik dan menunggu sampai perbaikan server PPDB rampung. 

“Sampai sini pukul 09.30 dan dicoba sempat bisa lalu error lagi. Katanya masih tidak stabil. Padahal sudah bikin akun dan tinggal daftar saja. Baru sekitar pukul 10.30 sudah bisa daftar. Tujuannya anak saya ke SMPN 10 Surakarta,” katanya. 

Sekretaris Disdik Surakarta Dwi Ariyanto mengamini server PPDB online sempat down. Orang tua yang panik lantas datang ke desk Disdik Surakarta untuk meminta bantuan. Disdik lantas meminta bantuan Diskominfo Surakarta dan teknisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Akhirnya server PPDB mulai kembali normal sekitar pukul 10.30. 

Dwi mengatakan, server down juga terjadi pada PPDB jalur afirmasi. Karena di awal pendaftaran lalu lintas pengakses website PPDB tinggi. Apalagi saat itu bersamaan dengan pembuatan akun dan konversi nilai piagam. Baru mendekati hari terakhir PPDB pengakses menurun. 

“Registrasi dan pembuatan akun PPDB di luar jalur afirmasi memang dibarengkan. Ini untuk mengantisipasi agar anak tetap memiliki satu akun sehingga memudahkan pendaftaran. Apalagi dari anak keluarga miskin (gakin) yang gagal di jalur afirmasi, bisa mendaftar jalur zonasi. Kami jamin semua dapat sekolah dulu. Yang gakin kalau tidak tertampung otomatis akan tersalurkan ke sekolah yang kuota gakin tidak terpenuhi. Meski itu tergantung siswanya," katanya. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia