alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Transmisi Lokal Covid Klaster Peterongan di Boyolali Menular ke Anak

27 Juni 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Transmisi lokal Covid-19 di Boyolali yang berasal dari klaster Pasar Peterongan Semarang terus bertambah. Kali ini menimpa EF asal Kecamatan Karanggede dengan kode kasus 063. EF merupakan anak EP, pasien Covid-19 berkode kasus 055 yang berstatus pedagang Pasar Peterongan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali Ratri S. Survivalina menjelaskan, per 25 Juni, pihaknya menerima laporan hasil tes swab dari laboratorium Rumah Sakit UNS. Dari 35 sampel, dua orang dinyatakan positif. Seorang di antaranya EF.

“EF masih terkait dengan klaster Pasar Peterongan. Merupakan anak dari pasien 055 atau inisial EP yang terdeteksi positif sejak Sabtu (13/6). EF saat ini menjalani perawatan di RSD Covid-19 Boyolali dalam kondisi baik dan stabil,” terang wanita yang akrab disapa Lina tersebut, kemarin (26/6).

Selain EF, tambahan kasus baru dialami SY dengan kode kasus 062. Yang bersangkutan berasal dari Kecamatan Wonosegoro dan sudah menjalani perawatan di RSUD Pandan Arang Boyolali sejak Sabtu (20/6) sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). 

Kontak erat kedua pasien tersebut sudah dilakukan tracking dan segera ditindaklanjuti dengan rapid test. Jika hasilnya menunjukkan reaktif, akan disusul tes swab.

“Selain tambahan dua pasien positif, kami umumkan seorang pasien kode kasus 034 inisial SI dari Kecamatan Ampel dan pasien 036 inisial WN asal Kecamatan Karanggede dinyatakan sembuh,” beber Lina.

Sementara itu, berdasarkan catatan dinkes, total jumlah kumulatif kasus positif di Kota Susu mencapai 63 orang. Rinciannya, 30 orang dirawat, 31 orang sembuh, dan dua orang meninggal dunia. “Status orang dalam pemantauan (ODP) yang masih aktif dalam pantauan tercatat 27 orang. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 33 orang. Statusnya masih dalam pengawasan aktif,” terangnya. (wid/fer/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia