alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Kasus Covid Anak Bertambah, Rudy: Bawah 15 Tahun Dilarang Bepergian!

SE tentang Penanganan Covid Akan Direvisi

27 Juni 2020, 23: 53: 34 WIB | editor : Perdana

Wali Kota Suakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Wali Kota Suakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Share this      

SOLO - Pemerintah Kota Surakarta akan mengubah kembali aturan pembatasan anak-anak berpergian di ruang publik. Ini dilakukan setelah terjadi penambahan daftar pasien positif Covid-19 dari kalangan anak-anak.

Di Solo sendiri telah dilakukan beberapa kali perubahan aturan mengenai pembatasan kegiatan anak-anak di ruang publik, seperti pasar tradisional, mal, objek wisata, dan lainnya. Awalnya, pembatasan kegiatan anak itu diberlakukan untuk usia di bawah 18 tahun. Kemudian dilonggarkan menjadi di bawah usia 5 tahun.

"Tak lama lagi aturannya diubah dengan melarang anak di bawah usia 15 tahun bepergian dan mengunjungi pusat perbelanjaan, tempat hiburan, objek wisata, pusat kuliner, dan tempat bermain di Kota Solo," papar Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Dipastikan dia, SE No. 067/1165 tentang Perubahan atas Pedoman Teknis Pelaksanaan Penanganan Covid-19 di Kota Solo akan mengalami revisi per Senin (29/6) mendatang. Sekalipun revisi sebelumnya itu berlaku hingga 7 Juli mendatang. Tampaknya, revisi SE tersebut dilakukan pasca bertambahnya kasus Covid-19 pada anak-anak usia 12 tahun di Kelurahan Kestalan, Banjarsari beberapa waktu lalu.

"Pelonggaran yang kami lakukan atas desakan orang tua. Ternyata baru beberapa hari dilonggarkan sudah muncul kasus baru. Ini sebagai peringatan buat orang tua kalau penyakit ini memang berbahaya, harus jadi perhatian serius," papar Rudy.

Selanjutnya, pengawasan akan lebih diperketat dengan melibatkan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta beserta satpol PP dan kepolisian. Ini penting dilakukan untuk menekan penyebaran virus korona di kalangan anak-anak.

Rudy mengaku prihatin, mengingat selama ini golongan anak-anak sebenarnya telah menjadi prioritas utama pencegahan penularan Covid-19. Yakni sejak penetapan status kejadian luar biasa (KLB) per 13 Maret lalu.

"Kami menutup sekolah untuk melindungi anak-anak. Usia anak-anak kan susah diingatkan, masih jawil-jawilan, rangkulan, salaman. Seharusnya menjadi peringatan betul, jangan sampai ada anak lagi yang tertular. Kami minta orang tua mengingatkan anak-anak mereka selalu pakai masker saat harus keluar rumah," terang dia.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani menambahkan, satu pasien anak usia 12 tahun dari Kelurahan Kestalan, Banjarsari itu saat ini dalam masa isolasi mandiri di rumahnya. Kemungkinan, anak tersebut terpapar Covid-19 dari tempat umum.

"Diisolasi mandiri karena rumahnya memungkinkan. Keluarga, tetangga, dan kawan sepantaran akan di-rapid test dan swab. Tracking ke kalangan terdekat pasien," ucap dia.

Hingga saat ini, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Surakarta sebanyak 42 orang. Rinciannya, tiga orang karantina mandiri, 3 orang rawat inap, 32 orang dinyatakan sembuh, dan empat orang meninggal dunia.

"Soal batasan usia anak, SE-nya kan berlaku dua minggu, ya nanti akan diubah lagi karena fenomena ini. Mungkin di bawah 15 tahun tidak boleh ke mal, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, lokasi wisata, dan lainnya," tutup pria yang juga menjabat sebagai sekretaris daerah Kota Surakarta itu. (ves/ria)


(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia