alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Pemkab Sukoharjo Cegah Munculnya Klaster Pasar Hewan

28 Juni 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

JUJUKAN PEDAGANG: Aktivitas di Pasar Hewan Bekonang sebelum Covid-19 mewabah. Jelang Idul Adha, pasar ini mulai dibuka hari ini.

JUJUKAN PEDAGANG: Aktivitas di Pasar Hewan Bekonang sebelum Covid-19 mewabah. Jelang Idul Adha, pasar ini mulai dibuka hari ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Hari ini, Minggu (28/6), Pasar Hewan Bekonang di Kecamatan Mojolaban kembali dibuka. Pemkab mewanti-wanti pedagang dan pengunjung mematuhi protokol kesehatan pencegahan korona agar tidak menimbulkan klaster baru.

Sekadar informasi, Pasar Hewan Bekonang ditutup sejak pemkab menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 pada akhir Maret lalu. Pembukaan pasar hewan ini merespons banyaknya permintaan peternak dan pengepul sapi kurban agar pasar segera dibuka mengingat Idul Adha tinggal sebulan lagi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Sukoharjo Sutarmo menuturkan, Pasar Hewan Bekonang menjadi satu-satunya pusat transaksi jual-beli hewan kurban. Guna menggerakkan roda ekonomi masyarakat, pemkab mengabulkan permintaan pedagang.

"Tapi harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Pedagang maupun pembeli wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum masuk ke area pasar. Mereka juga wajib menerapkan physical distancing saat melakukan transaksi," terangnya belum lama ini. 

Hal tersebut, lanjut mantan kepala Satpol PP Kabupaten Sukoharjo itu, penting dilakukan guna mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19 dari pasar hewan.

Terpisah, Kepala UPTD Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Leni Sri Lestari memastikan memeriksa kesehatan hewan kurban yang dijual di Pasar Hewan Bekonang. Di antaranya memberikan obat cacing hati.

“Protokol kesehatan wajib diterapkan pedagang maupun pembeli. Catatan khususnya pedagang dari luar daerah harus mendapat pengawasan ketat,” tegasnya. 

Sementera itu, berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, terdapat satu kasus positif Covid-19 di Desa Bekonang, sedangkan di Kecamatan Mojolaban terdapat 15 kasus korona. Sebanyak 13 di antaranya sembuh, satu rawat inap, satu isolasi mandiri.

"Kasus positif sudah dirawat. Kontak eratnya juga sudah di-tracing dan sampai saat ini aman," terang juru bicara gugus tugas Yunia Wahdiyati. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia