alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Melihat dari Dekat Wisuda Kombinasi Daring dan Luring di UNS

28 Juni 2020, 07: 15: 59 WIB | editor : Perdana

BERINOVASI: Prosesi wisuda mahasiswa UNS yang memanfaatkan sistem luar dan dalam jaringan kemarin (27/6).

BERINOVASI: Prosesi wisuda mahasiswa UNS yang memanfaatkan sistem luar dan dalam jaringan kemarin (27/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

Era new normal mendorong banyak elemen melakukan inovasi. Beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Termasuk dalam perayaan wisuda. Sukses dengan wisuda daring (dalam jaringan) pada 2 Mei, kali ini, Universitas Sebelas Maret (UNS) mengombinasikan wisuda daring dan drive thru. Seperti apa?

SEPTINA FADIA PUTRI-IRAWAN WIBISONO, Solo, Radar Solo

SETELAH wisuda daring sebulan lalu, Irfiade Zarkasyi Talaththof pun memprediksi bahwa perayaan wisudanya juga dilakukan di rumah saja bersama keluarga. Sejak usai sidang skripsi dan dinyatakan lulus pada Januari silam, Dia sudah berbesar hati untuk menunggu lebih lama perayaan wisudanya. Sebab, terjadi pandemi Covid-19.

"Waktu itu saya disuruh memilih pihak kampus. Ingin wisuda daring atau offline seperti biasanya. Saya memilih wisuda offline. Makanya saya tidak ikut wisuda daring bulan lalu. Karena saya masih berharap pandemi ini cepat selesai," ungkap wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Sayangnya, harapan hanya tinggal harapan. Masa pandemi masih berlangsung hingga sekarang. Praktis Irfiade harus rela melangsungkan prosesi wisudanya via online. Namun sehari sebelum wisuda digelar, Irfiade mendapat kabar dari pihak kampus bahwa dia ditunjuk sebagai perwakilan fakultas. Untuk datang ke kampus dan dikukuhkan langsung oleh Rektor UNS Jamal Wiwoho dengan cara drive thru.

"Sebenarnya sudah dikabari H-seminggu kemarin. Tapi baru tahu sehari sebelum wisuda kalau ada simbolisasi drive thru ini. Saya kebagian naik motor listrik milik UNS. Rasanya istimewa banget," kata pria kelahiran Surakarta, 30 April 1996 ini.

Irfiade datang ke kampus sejam sebelum prosesi wisuda berlangsung. Datang bersama keluarga dari kediamannya di kawasan Manahan. Sampai di gedung rektorat, motor listrik yang akan dikendarainya sudah siap.

Sejurus kemudian prosesi wisuda dimulai. Saat namanya disebut, dia lantas mengendarai motor listrik menuju lobi gedung rektorat. Di sana telah bersiap Rektor Jamal Wiwoho yang akan memindahkan tali kuncir toganya.

"Rasanya spesial banget. Hanya 15 wisudawan yang diberi kesempatan dipindah kuncir oleh rektor langsung. Saya salah satunya. Setidaknya saya tetap merasakan euforia wisuda, meski tidak seperti biasanya," beber anak pasangan Ridwan Iriyanto dan Chairany Fitriyah ini.

Wisudawan lainnya yang juga merasakan drive thru adalah Suwarno. Wisudawan dari Program Doktor Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini menaiki mobil listrik milik UNS. Suwarno memanfaatkan kebijakan kampus bahwa di masa pandemi ini dibebaskan mengadakan sidang terbuka. Jika telah memiliki jurnal terindeks scopus.

"Sebelumnya, saya sudah melewati beberapa tahapan. setidaknya delapan ujian di masa pandemi ini. Semuanya menggunakan metode daring. Tidak bertatap muka dengan penguji," ujarnya.

Rektor UNS Jamal Wiwoho menyebut, kombinasi wisuda daring dan luring (luar jaringan) guna menyiasati suasana pandemi.

"Kali ini sudah ada era new normal. Banyak pelonggaran dan penyesuaian yang dilakukan. Namum tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku," jelasnya.

Dalam wisuda kali ini sebanyak 329 wisudawan dikukuhkan, 15 wisudawan di antaranya yang berdomisili di Solo mengikuti prosesi via drive thru menggunakan kendaraan ramah lingkungan yang disiapkan oleh pihak kampus.

Ada sepeda listrik, motor listrik, mobil listrik dengan baterai lithium made by UNS, andong, dan becak. Tata cara wisuda tersebut merupakan bentuk pengimplementasian physical distancing dan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Berhubung sampai saat ini penyebaran Covid-19 di masih relatif cukup tinggi, itu menuntut kita menerapkan protokol kesehatan. Maka upacara perhelatan wisuda UNS periode kali ini tetap dilaksanakan secara luring dan daring. Dilengkapi sentuhan kreativitas unik dengan konsep drive thru," beber rektor.

Jamal berharap lulusan UNS dapat menyesuaikan diri dengan menciptakan gaya hidup baru selama pandemi. "Saya masih percaya dan yakin bahwa dalam suasana pandemi ini, kalian sebagai generasi muda memiliki kapasitas, kemampuan beradaptasi dan menciptakan lingkungan baru yang kondusif. Menyesuaikan diri dalam situasi apa pun, termasuk dalam menerapkan pola kehidupan yang baru untuk menghindari dampak buruk pandemi Covid-19 secara berkelanjutan," urai Jamal dalam sambutannya. 

Poin penting lainnya yang disampaikan Jamal adalah cara membudayakan pemikiran yang kritis. Baginya, di masa krisis seperti saat ini kecerdasan sangat dibutuhkan agar dapat beradaptasi. Kemampuan adaptasi mampu dikembangkan menjadi kebiasaan baru agar dapat memandang kehidupan dengan cara lebih realistis.

Wakil Rektor bidang Akademik UNS, Ahmad Yunus mengatakan, UNS mewisuda sebanyak 329 wisudawan Program Doktor, Magister, Pendidikan Dokter Spesialis, Sarjana, dan Diploma. Jumlah tersebut terdiri atas lulusan Program Doktor sebanyak delapan wisudawan, Program Magister sebanyak 60 wisudawan, lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis sebanyak 12 wisudawan, lulusan Program Sarjana sebanyak 229 wisudawan, dan lulusan Program Diploma III sebanyak 20 wisudawan.

Dari jumlah tersebut, UNS turut mewisuda 131 wisudawan dengan predikat cumlaude atau pujian. (*/wa)

(rs/irw/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia