alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Rawat 1.723 Pasien, Daya Tampung RS Aman

28 Juni 2020, 07: 35: 59 WIB | editor : Perdana

UTAMAKAN PELAYANAN: RS Bung Karno yang menurut Gubernur Ganjar Pranowo kapasitasnya masih memadai untuk merawat pasien korona. 

UTAMAKAN PELAYANAN: RS Bung Karno yang menurut Gubernur Ganjar Pranowo kapasitasnya masih memadai untuk merawat pasien korona.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan daya tampung rumah sakit di Jawa Tengah masih aman untuk menangani pasien Covid-19. Hingga saat ini, dari 58 rumah sakit rujukan yang disiapkan, jumlah pasien positif dirawat sebanyak 1.723 orang.

Bahkan menurut gubernur ada beberapa rumah sakit rujukan yang kapasitasnya masih lebih dari separo. "Kapasitas rumah sakit masih cukup, kan tidak semuanya dirawat di rumah sakit. Kecuali mereka yang ada gejala lain. Kalau itu memang mengharuskan dirawat, ya dirawat. Masih cukup kok, bahkan Rumah Sakit Bung Karno di Solo juga masih banyak kapasitasnya, (RSUD) Moewardi Solo juga," ungkap Ganjar di rumah dinasnya Puri Gedeh Kota Semarang, Sabtu (27/6).

Terkait kelengkapan alat pelindung diri (APD), Ganjar memastikan stoknya aman dan terkontrol. Hanya saja, pihaknya meminta agar rumah sakit lebih proaktif apabila ada yang membutuhkan peralatan tambahan.

"Kami juga meminta dunia kesehatan, pemerintah dan semua instansi terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hari ini, yang kami butuhkan adalah dukungan masyarakat agar mau disiplin menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan," tegasnya.

Mereka yang masuk dalam kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui serta anak-anak juga harus menjaga diri dan dijaga agar tidak terpapar Covid-19. "Jangan sampai mereka keluar bebas dan itu dapat berbahaya bagi kesehatan mereka," terangnya.

Untuk diketahui, kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah memang cukup tinggi. Hingga Sabtu (27/6) pukul 07.30, terdapat 3.574 kasus. Dari jumlah itu, terdapat 1.568 pasien yang sembuh, 1.723 pasien masih dirawat, dan 283 pasien positif korona meninggal dunia.

Menurut Ganjar, peningkatan kasus positif korona dalam beberapa waktu terakhir karena masifnya tracing yang dilakukan kabupaten/kota di Jateng. Saat ini, masing-masing kabupaten/kota lanjut dia, memang sedang getol melakukan rapid test maupun swab test secara masal.

"Jadi saya minta kepada kabupaten/kota untuk terus mencari, tidak usah takut citranya buruk karena adanya peningkatan (kasus korona) karena pencarian. Lebih baik dicari, kalau ditemukan maka langsung dilakukan treatment yang tepat," tutupnya. (bay/wa)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia