alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pemohon Kartu Kuning Menurun

28 Juni 2020, 16: 10: 59 WIB | editor : Perdana

PAKAI PELINDUNG: Pemohon urus kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Wonogiri, Jumat (26/6).

PAKAI PELINDUNG: Pemohon urus kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Wonogiri, Jumat (26/6). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Selama terjadi pandemi, jumlah pemohon kartu kuning atau AK1 mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. 

"Dibandingkan tahun lalu jumlahnya turun. Paling hanya sekitar 30-an orang dalam sehari,"  ungkapnya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Wonogiri Ristanti melalui Kasi Penempatan Tenaga Kerja Joko Prihharjanto, Jumat (26/6).

Tahun lalu, selama empat bulan setelah kelulusan, jumlah pemohon selalu diatas 1.000 orang per bulan. Pada Juni 2019 yang bertepatan dengan kelulusan sekolah, pemohon kartu kuning mencapai 1.850 orang. "Juni tahun ini, sampai tanggal 24, baru ada 355 pemohon. Perbedaannya terasa," katanya. 

Menurut Joko, kondisi tersebut disebabkan pandemi, sehingga pemohon pemohon khawatir tertular Covid-19. Faktor lainnya, syarat membuat kartu kuning adalah ijazah atau surat keterangan lulus (SKL) yang di tahun sebelumnya langsung diambil siswa ke sekolah, sedangkan di tahun ini SKL dapat diunduh melalui website. Kemungkinan banyak siswa yang belum mengetahui prosedur tersebut.

Salah seoreng pemohon AK1, Falentina Aryani Putri, 18, warga Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto mengatakan, dokumen tersebut akan digunakan untuk kerja.

"Rencana mau ke Jakarta, ada lowongan. Masih ada tes, ini (kartu kuning) untuk syarat," terangnya. 

Indah Sari, 19, teman satu desa Falentina juga mencari kartu kuning untuk keperluan yang sama. "Dapat info dari teman kalau di sana (Jakarta) ada lowongan. di BKK (bursa kerja khusus) juga ada infonya," pungkas dia. (al/wa) 

(rs/it/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia