alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Nakes Covid di Klaten segera Terima Insentif, Total Anggaran Rp 2,6 M

29 Juni 2020, 10: 27: 33 WIB | editor : Perdana

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Klaten Nurcholis Arif Budiman.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Klaten Nurcholis Arif Budiman. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Para tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien positif Covid-19 di Klaten dipastikan segera menerima insentif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten telah mengajukan proses pencairan insentif tersebut pada pertengahan bulan ini. Saat ini proses verifikasi masih terus dilakukan.

“Insentif yang kita usulkan bagi tenaga kesehatan ini selama tiga bulan, yakni Maret, April dan Mei. Terutama yang selama ini bertugas untuk penanganan pasien positif Covid-19, baik di puskesmas maupun rumah sakit,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinkes Klaten Nurcholis Arif Budiman, kemarin.

Ada 216 orang tenaga kesehatan yang diusulkan mendapat insentif pada Maret. Kemudian, pada April ada 208 orang tenaga kesehatan dan Mei sebanyak 96 orang.

Nilai total insentif yang diusulkan untuk tenaga kesehatan di puskesmas sekitar Rp 2,6 miliar. Mereka yang diusulkan untuk menerima insentif tersebut terdiri dari dokter, bidan hingga tenaga epidemiologi yang melakukan pelacakan maupun rapid test.

“Sedangkan untuk tenaga kesehatan dari rumah sakit yang diusulkan mendapat insentif berasal dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten dan RSU Islam Klaten,” jelas Nurcholis.

Rinciannya, untuk Maret ada 38 orang tenaga kesehatan dari RSD Bagas Waras dan 63 orang dari RSU Islam Klaten yang diusulkan mendapat insentif.

Kemudian pada April terdapat 73 tenaga kesehatan dari RSD Bagas Waras dan 88 tenaga kesehatan dari RSU Islam Klaten. Dilanjutkan pada Mei sebanyak 75 tenaga kesehatan dari RSD Bagas Waras Klaten dan 69 tenaga kesehatan dari RSU Islam Klaten.

“Nilai total insentif yang diusulkan (untul nakes di RS, Red) sebesar Rp 1,4 miliar. Mereka yang diusulkan mendapatkan insentif yang menangani pasien Covid-19. Kami sifatnya mengusulkan. Untuk nilai pastinya menunggu proses verifikasi dari pusat,” jelasnya.

Sementara itu, tenaga kesehatan yang ada di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tidak masuk dalam usulan dikarenakan pengelolaannya di bawah pemerintah pusat.

Bupati Klaten Sri Mulyani sebelumnya juga telah mengapresiasi para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 selama ini. Termasuk memberikan perhatian lewat ekstra puding untuk meningkatkan dan menjaga stamina tubuh saat menjalankan tugasnya. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia