alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

DPRD Kabupaten Sragen Tingkatkan Kinerja di Era New Normal

29 Juni 2020, 10: 50: 01 WIB | editor : Perdana

PROTOKOL KESEHATAN: Anggota DPRD Kabupaten Sragen menjalani rapid test di gedung serbaguna DPRD setempat, Sabtu (13/6). Hasil rapid test menunjukkan nonreaktif.

PROTOKOL KESEHATAN: Anggota DPRD Kabupaten Sragen menjalani rapid test di gedung serbaguna DPRD setempat, Sabtu (13/6). Hasil rapid test menunjukkan nonreaktif. (FOTO-FOTO: DPRD SRAGEN FOR RADAR SOLO)

Share this      

Anggota DPRD Kabupaten Sragen kembali melakukan pembahasan-pembahasan strategis di tengah pandemi Covid-19. Keaktifan legislator dalam bekerja patut diacungi jempol. Selain itu, wakil rakyat juga siap menerima audiensi dari warga Bumi Sukowati.

ANGGOTA DPRD Kabupaten Sragen kembali aktif bekerja, mengikuti kebijakan new normal/ Diterapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi anggota DPRD dan sekretariatan dewan (setwan). Ditandai rapid test pada Sabtu (13/6). Diikuti 45 anggota DPRD plus seluruh staf setwan.

“Pimpinan beserta anggota DPRD Kabupaten Sragen, setwan, dan seluruh staf melakukan kegiatan rapid test Covid-19 oleh tim dinas kesehatan. Hasilnya nonreaktif semua,” terang Ketua DPRD Sragen Suparno, kemarin (28/6).

BERMASKER: Anggota DPRD Kabupaten Sragen ikuti sidang paripurna, 19 Juni.

BERMASKER: Anggota DPRD Kabupaten Sragen ikuti sidang paripurna, 19 Juni.

Hasil tes cepat ini membuat legislatif lega. Sekaligus kian nyaman dan aman dalam bekerja. Tanpa khawatir terpapar Covid-19. Kendati demikian, mereka tetap menjalankan protokol kesehatan ketat. Di antaranya mengenakan masker, pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, serta menjaga jarak aman (physical distancing). Dengan ini, kegiatan seperti rapat paripurna, pembahasan komisi, dan fraksi bisa terlaksana.

Hasil kesepakatan badan anggaran DPRD, dianggarkan Rp 5,1 miliar untuk penanganan Covid-19. Fokus untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan sembako. “Wabah ini harus dicegah secara gotong rorong. Semua pihak harus terlibat agar segera selesai wabah nya,” imbuhnya.

DPRD Sragen juga melakukan tugas pengawasan dengan memantau bantuan sosial dari pemerintah untuk warga terdampak Covid-19. “Untuk bantuan, teknis pembagian di dinsos (dinas sosial). Kami mengusulan by name by address, sesuai kriteria layak mendapat bantuan,” terangnya.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Pujiatmoko menyampaikan, selama penerapan new normal, dilakukan rapid test masal dan sidang paripurna, Rabu (17/6). Sidang paripurna pertama di era new normal ini mengagendakan penyampaian penjelasan bupati Sragen terhadap raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Sragen, tahun anggaran 2019.

Dilanjutkan sidang paripurna pada Jumat (19/6). Mengagendakan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sragen terhadap raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Sragen tahun anggaran 2019.

Kemudian sidang paripurna mengagendakan jawaban bupati Sragen atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sragen terhadap raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Sragen tahun anggaran 2019. Serta laporan reses anggota DPRD Kabupaten Sragen masa sidang ke-III tahun 2020, pada Senin (22/6).

“Kami sudah menggelar beberapa kali paripurna setelah dilakukan rapid test massal pada bulan ini. Pembahasan terbaru yang dikerjakan, yakni dari komisi sejak Rabu-Jumat,” terangnya.

Pujiatmoko menyampaikan, pembahasan raperda tertunda karena refocusing penanganan Covid-19. Namun akan dilanjutkan setelah pembahasan anggaran perubahan. “Karena untuk pembahasan raperda, terkena refocusing. Pembahasan soal APBD perubahan dilaksanakan dalam waktu dekat,” tuturnya.

Sementara itu, legislatif siap menyerap aspirasi warga melalui audiensi. Sejauh ini sudah ada beberapa aspirasi masuk dari beberapa daerah. Bagian dari unsur pimpinan atas rekomendasi ketua. “Soal audiensi, sebenarnya sudah ada surat masuk. Kebetulan Jumat (19/6) pukul 14.30, tapi karena bersamaan rapat, hanya sampai pukul 11.00,” bebernya. (din/fer)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia