alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Manahan Venue Piala Dunia, Solo Akan Habis-habisan Pamerkan Pariwisata

29 Juni 2020, 14: 42: 43 WIB | editor : Perdana

Keraton Kasunanan Surakarta jadi salah satu ikon wisata sejarah dan budaya di Kota Solo.

Keraton Kasunanan Surakarta jadi salah satu ikon wisata sejarah dan budaya di Kota Solo. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO - Persiapan mulai dilakukan Pemkot Surakarta setelah Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) menetapkan Stadion Manahan Solo sebagai salah satu venue perhelatan Piala Dunia U-20. Sektor pariwisata yang akan paling ditonjolkan.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo saat ditemui di Kejari Surakarta, Senin (29/6). Purnomo mengatakan, pariwisata akan ditata sedemikian rupa guna menarik perhatian, baik bagi pemain maupun penonton agar datang ke Solo.

"Kalau pariwisata kita perbaiki, nanti pastinya akan menambah PAD (pendapatan asli daerah) kita. Sudah minta para pengelola (wisata) untuk mempersiapkan diri," kata Purnomo.

Disebutkan dia, Solo punya beberapa lokasi wisata, baik yang sejarah maupun budaya. Kemudian pusat perbelanjaan dan kuliner. "Itu nanti yang kita dorong. Ini menjadi langkah promosi kita juga," imbuh Purnomo.

Selain itu, fasilitas baik di venue maupun kawasan Stadion Manahan juga akan dibenahi. "Kita lakukan semaksimal mungkin, kita sudah dipercaya, jangan sampai cuma pasrah. Apalagi ini event internasional. Kita dukung bersama agar agenda ini bisa sukses," papar Purnomo.

Kepala Dinas Parawisata (Disparta) Kota Surakarta Hasta Gunawan mengatakan, ditunjuknya Stadion Manahan menjadi keberuntungan tersendiri bagi Kota Bengawan. Ini menjadi langkah untuk mempromosikan kebudayaan dan wisata khas yang selama ini jadi andalan Kota Solo.

"Solo itu kan kental dengan budaya, termasuk di dalamnya ada wisata, batik, kesenian hingga kuliner yang harus kita ambil peluang untuk promosi. Ini jadi ciri khas dan harus ditonjolkan, sehingga menjadi oleh-oleh bagi peserta dan suporter," kata Hasta.

Hasta memaparkan, gelaran Piala Dunia U-20 tahun depan seakan menjadi etalase melimpahnya pariwisata dan kebudayaan di Kota Solo. Untuk itu, salah satu langkah penting yang bakal dilakukan adalah menyiapkan tim pendamping sepanjang waktu untuk mengenalkan segala potensi wisata Solo.

"Tentu harus ada persiapan dan anggaran khusus menyambut event itu. Termasuk nanti menggandeng komunitas budaya," tambah dia.

"Selama penyelenggaraan itu kita akan pamer semua potensi budaya dan pariwisata yang ada. Misalnya, ketoprak di Balaikambang jadwalnya akan kita tambah, serta menggandeng komunitas untuk street performance," tegas Hasta.

Namun, Hasta menilai ada hal yang tak kalah penting, yakni keramahtamahan masyarakat juga harus dijaga. Sebab, kemungkinan besar banyak suporter dari luar negeri yang ingin menyaksikan pertandingan sekaligus sisi menarik dari Kota Solo.

"Keramahan yang selama ini jadi budaya orang Solo harus ditunjukkan. Contoh paling gampang adalah tidak menjual sesuatu dengan ngepruk harga,"  papar dia. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia