alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Lega, Ratusan Siswa Bisa Bersekolah, Pemprov Buatkan Kelas Jarak Jauh

29 Juni 2020, 17: 32: 02 WIB | editor : Perdana

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri (kiri) berbincang dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat evaluasi PPDB SMA/SMK, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri (kiri) berbincang dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat evaluasi PPDB SMA/SMK, beberapa waktu lalu.

Share this      

SEMARANG - Rencana Pemprov untuk membuat kelas jarak jauh benar-benar membuat lega dan gembira masyarakat. Terutama mereka yang tinggal di daerah yang tak memiliki fasilitas sekolah negeri.

Kegembiraan itu salah satunya dirasakan Sri Rejeki, 35. Warga yang tinggal di Kecamatan Tawangmangu itu sebelumnya merasakan kebingungan untuk mendaftarkan anaknya sekolah di SMA negeri.

Sri Rejeki mengatakan, tidak ada satupun SMA atau SMK negeri di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Dengan sistem zonasi, alhasil ratusan anak-anak Tawangmangu, termasuk anaknya, Dimas Adi Setyawan tidak bisa masuk sekolah negeri.

"Alhamdulillah, saya jadi tenang. Kemarin bingung mau nyari sekolah di mana. Anak saya sempat daftar di SMAN Karangpandan, tapi tidak masuk zonasi. Mencoba peruntungan di SMKN 2 juga tidak bisa, sampai sekarang masih bingung," kata Sri, Senin (29/6).

Menurut Sri, banyak anak lulusan SMP di Tawangmangu. Namun tahun ini, tidak ada yang bisa masuk ke SMA/SMK Negeri.

"Lega sekali ada kabar mau dibuatkan kelas jarak jauh di sini, jadi tidak bingung lagi. Ke depan harapan saya tetap dibangunkan sekolah negeri di sini, biar kami tidak kebingungan," ucapnya.

Hal senada disampaikan Dimas Adi Setyawan,15. Dimas menyebutkan, ada 200 lebih jumlah lulusan seangkatannya di SMPN 1 Tawangmangu tahun ini. Semuanya bernasib sama, kesulitan melanjutkan sekolah ke SMA/SMK negeri.

"Sulit sekali, soalnya tidak ada sekolah negeri. Senang kalau mau dibuatkan kelas jarak jauh, tapi harapannya tetap dibangunkan sekolah negeri di sini," ucap Dimas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri menerangkan, dari kajian mendalam, pihaknya akan membuat kelas jarak jauh di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar; Kecamatan Gebok, Kabupaten Kudus; dan Kecamatan Pagentan di Banjarnegara.

"Pemilihan tiga kecamatan itu dikarenakan hasil kajian mendalam. Sebab, di tiga kecamatan itu sama sekali tidak ada sekolah SMA/SMK-nya, baik negeri maupun swasta. Kalau di kecamatan lain yang memang tidak ada sekolah negerinya, di sana sudah ada sekolah swasta," kata dia.

Untuk Kecamatan Tawangmangu dan Gebog, akan dibuat kelas jarak jauh SMA. Sementara di Kecamatan Pagentan Banjarnegara, dibuat kelas jarak jauh SMK.

"Di Tawangmangu dan Pagentan itu akan ada dua kelas jarak jauh, sementara di Gebok hanya akan ada satu kelas. Setiap kelas bisa menampung 36 orang," terangnya.

Pembuatan sekolah jarak jauh di tiga kecamatan itu juga merupakan inisiatif dan usulan masyarakat. Setelah pengajuan masuk dan dilakukan kajian, maka disetujui adanya kelas jarak jauh di tiga kecamatan itu.

"Perekrutan siswa direncanakan pada awal Juli. Prosesnya nanti offline, tidak online seperti PPDB yang sudah dilakukan saat ini," ucap Jumeri.

Saat ini masih ada 14 kecamatan yang tak memiliki fasilitas sekolah negeri. Dikatakan Jumeri, pihaknya akan melakukan kajian mendalam. Sebab, di lokasi-lokasi itu sudah berdiri sekolah swasta.

"Jadi itu menjadi pertimbangan kami, nanti kami lakukan kajian bertahap dan akan kami sisir terlebih dahulu problem di lapangan seperti apa," tegasnya.

Bagaimana dengan rencana membangun sekolah di daerah-daerah? Menurut Jumeri, semua mungkin saja dilakukan. Namun, harus dilakukan kajian dan perencanaan matang terlebih dahulu.

Saat ini yang sudah masuk program adalah pembangunan 15 SMK Jateng boarding school di 15 kabupaten/kota yang masuk zona merah kemiskinan. "Rencananya tahun depan sudah bisa menerima siswa baru," pungkas Jumeri. (bay/ria)

(rs/bay/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia