alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Kawanan Pembuat & Pengedar Upal Sempat Eksperimen Palsukan Uang Dolar

29 Juni 2020, 20: 26: 29 WIB | editor : Perdana

Polres Klaten melakukan gelar perkara bersama para tersangka pembuat dan pengedar uang palsu serta sejumlah barang bukti.

Polres Klaten melakukan gelar perkara bersama para tersangka pembuat dan pengedar uang palsu serta sejumlah barang bukti. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Kawanan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) di Klaten ternyata juga sempat bereksperimen, memalsukan uang dolar. Hal itu diketahui saat jajaran kepolisian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka pembuat uang palsu di Salatiga, Kamis (25/6) lalu.

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan, saat penangkapan dan penggeledahan rumah kontrakan tersangka di Salatiga juga ditemukan hasil eksperimen pembuatan uang dolar palsu sebanyak 20 lembar. Meski begitu, uang dolar palsu tersebut tidak masuk dalam rencana tersangka untuk diedarkan

“Yang eksperimen membuat uang dolar ini tersangka Nurcholik, 45. Tapi belum kami cek untuk pecahan uang berapa. Dari keterangan tersangka memang tidak masuk ke rencananya untuk diedarkan. Tersangka mengaku kesusahan dalam pemasaran, apalagi orang akan lebih teliti ketika menerima uang dolar daripada rupiah,” jelas Andryansyah, Senin (29/6).

Ditambahkan Andryansyah, tersangka masih ragu-ragu dalam memperbanyak uang dolar tersebut. Tetapi eksperemin agar lebih mirip dengan uang dolar asli memang sempat dilakukan tersangka.

“Kalau untuk motif yang dilakukan tersangka dengan membuat uang palsu itu murni ekonomi. Mengingat mereka tidak ada pekerjaan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Klaten berhasil membekuk sindikat pembuat dan pengedar uang palsu. Mereka menggunakan modus menjual uang dengan keuntungan tiga kali lipat.

Penangkapan berawal dari tersangka Nurcholik, 45, warga Kabupaten Pandeglang yang hendak bertransaksi uang palsu senilai Rp 94 juta dengan korbannya.

Kasus itu kemudian dikembangkan dan diketahui bahwa uang palsu itu dibuat oleh tersangka lain. Yakni Adam Hermawan, 50, warga Sukabumi, Jawa Barat dan Totok Hermawan, 52, warga Muarabungo, Jambi. Pengejaran dilakukan hingga ke Salatiga. Di sana lah tempat pembuatan uang palsu yang hendak diedarkan di Klaten.

Dari ketiga tersangka tersebut, polisi mengamankan barang bukti pecahan uang palsu sebanyak 7.595 lembar. Terdiri dari rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 5.876 lembar dan rupiah palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 1.719 lembar, dengan total secara keseluruhan Rp 465.700.000. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia