alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Dirawat Sehari, Pasien Covid Asal Eromoko Meninggal, ABK dari Surabaya

30 Juni 2020, 02: 01: 19 WIB | editor : Perdana

RSUD dr Soediran Mangun Sumarso sempat merawat S selama satu hari.

RSUD dr Soediran Mangun Sumarso sempat merawat S selama satu hari. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Pasien positif Covi-19 asal Kecamatan Eromoko meninggal dunia. Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya.

"Pak S usia 58 tahun meninggal dunia setelah menjalani perawatan," ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Senin (29/6).

S memiliki riwayat perjalanan dari kota besar. Yang bersangkutan adalah anak buah kapal (ABK) yang bersandar di Surabaya. Kemudian pulang ke Eromoko pada 13 Juni lalu.

Ketika pulang dari Surabaya, S belum berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) ataupun orang dalam pemantauan (ODP). Menurut bupati, S adalah orang tanpa gejala (OTG) ketika di Surabaya, sehingga sangat sulit dideteksi di sana.

Setibanya di Eromoko pada 13 Juni itu, S memeriksakan diri ke puskesmas setempat dan mencari surat keterangan sehat untuk kembali ke perantauannya. S yang diperiksa mengalami gejala-gejala klinis sehingga diambil sampel untuk uji swab.

S juga sempat mengalami kecelakaan lalu lintas di Eromoko, kemudian dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Namun akhirnya menjalani rawat jalan.

"Beliau juga pernah memeriksakan diri di salah satu rumah sakit swasta, mengeluhkan sesak napas," kata bupati yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri itu

S akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soediran Mangun Sumarso pada Kamis (25/6) pukul 01.00. Pada hari yang sama, hasil uji swab pasien tersebut keluar dinyatakan positif korona. Setelah diberikan perawatan, nyawanya tak tertolong dan meninggal pada Jumat (26/6) pukul 12.00.

S memiliki penyakit penyerta. "Ada penyakit bawaan. Beliau itu mengalami sesak napas, batuk, bronkopneumonia, dan diabetes mellitus," papar bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Hingga saat ini, tim gugus tugas masih melakukan tracking di lingkungan terdekat S. Ini guna mendata siapa-siapa saja yang telah melakukan kontak erat maupun kontak jauh dengan S.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun di https://wonogirikab.go.id/index.php/info-corona/, secara kumulatif tercatat 18 kasus positif Covid-19 di Wonogiri. Rinciannya, dua orang masih dirawat, 13 orang sembuh, dan tiga meninggal dunia.

Kemudian, jumlah PDP secara kumulatif 67 orang. Rinciannya, dua pasien dirawat, 59 sudah sembuh, dan enam PDP meninggal dunia. ODP secara kumulatif tercatat sebanyak 874. Di antaranya 28 orang masih dalam proses pemantauan dan 846 selesai pemantauan. (al/ria)


(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia