alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Saudara Pengantin Ternyata Positif Covid, 3 Tamu Resepsi Nikah Reaktif

30 Juni 2020, 05: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Dinkes Boyolali menggelar RDT di Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Senin (29/6).

Dinkes Boyolali menggelar RDT di Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Senin (29/6). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI -  Tiga warga Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro dinyatakan reaktif rapid test. Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali menggelar rapid diagnostic test (RDT) di balai desa setempat, kemarin (29/6).

Ketiga warga yang reaktif itu merupakan bagian dari 59 kontak erat dengan penderita Covid-19 berinisial SA. Kontak erat itu terjadi saat keluarga pasien Covid berkode 058 tersebut menggelar hajatan terbatas, beberapa waktu lalu.

Resepsi kecil-kecilan digelar saat pernikahan kakak SA. Hanya warga sekitar yang diundang. Belakangan, SA yang merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

Kasi Survailans dan Imunisasi Dinkes Boyolali Teguh Tri Kuncoro mengungkapkan, telah dilakukan tracking kontak erat dengan penderita SA. Sedikitnya ada 59 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien.

“Hari ini (kemarin) kita lakukan tindak lanjut dengan RDT di Balai Desa Bandung,” kata Teguh.

Ketiga orang yang reaktif tersebut selanjutnya akan dilakukan tes swab. Dinkes juga telah melakukan tes swab kepada keluarga dekat SA. Diketahui keluarga dekat telah melakukan kontak secara intensif dengan SA.

"Untuk kelurga yang kontaknya benar-benar dekat, sudah kami lakukan tes swab di RSD (Rumah Sakit Darurat Covid-19). Tapi sampai hari ini hasilnya belum keluar,” ujar Teguh.

Tak hanya di Desa Bandung, RDT juga dilakukan ke Balai Desa Gowo, Kecamatan Wonosegoro. Di sana ada 14 orang yang melakukan kontak erat dengan penderita Covid-19 berinisial SI. Selain itu, juga ada lima orang kontak erat dengan pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia.

“Sesuai dengan protap, kontak erat dengan PDP yang meninggal juga dilakukan protokol Covid-19,” pungkas Teguh. (wid/ria)

 

 


(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia