alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Harganas Momen Canangkan Sejuta Akseptor, Cegah Baby Boom

30 Juni 2020, 17: 43: 42 WIB | editor : Perdana

Pelayanan KB di UPTD Puskesmas Girimarto, Senin (29/6).

Pelayanan KB di UPTD Puskesmas Girimarto, Senin (29/6). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Kegiatan pelayanan KB "Sejuta Akseptor" digelar serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27. Hal ini dilakukan untuk mencegah baby boom setelah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB dan P3A) Wonogiri Setyorini mengatakan, pada momen Harganas ke-27, tagline keluarga berencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) turut berubah.

"Kalau dulu kan dua anak cukup, sekarang berubah, lambangnya juga berubah. Tagline kita berubah menjadi Berencana Itu Keren," ungkap Setyorini usai peringatan Haganas ke-27 di UPTD Puskesmas Girimarto, kemarin.

Dia mengatakan, pelayanan KB bagi para akseptor dan calon akseptor sangat penting. Utamanya dilakukan untuk mencegah baby boom pascapandemi Covid-19.

"Dengan adanya pandemi ini kan ada akseptor maupun calon akseptor yang takut mengikuti pelayanan KB. Nah, dengan adanya peringatan ini juga mempromosikan pelayanan KB masih tetap berjalan di masa pandemi," jelasnya.

Pelayanan KB yang tetap berjalan ini juga dilakukan agar tidak terjadi ledakan penduduk pada 2021. Setyorini mengatakan, sejak Januari hingga Mei ada lebih dari 5.000 ibu yang hamil. Sebagian di antaranya sudah ada yang melahirkan dan ada pula yang abortus.

"Pasangan usia subur kita sampai dengan akhir Mei sebanyak 158.873. Ini calon akseptor yang menjadi sasaran kegiatan KB kita," jelasnya.

Setyorini mengatakan, mereka harus melakukan KB atau juga wajib merencanakan keluarganya dengan baik. Caranya dengan mengatur jarak kelahiran anak. Dengan begitu akan tercipta keluarga yang tangguh.

"KB saat ini hadir dengan wajah baru dan komitmen baru dan mengedepankan fungsi keluarga. Karena keluarga itu kan tempat kita bersandar, ketika tua kembali ke keluarga, ketika lelah pun begitu. Jadi keluarga ini kita bentuk agar menjadi tangguh. Kalau setiap keluarga tangguh, masyarakat pun akan menjadi tangguh," paparnya.

Wonogiri sendiri memiliki jumlah sasaran atau target dari provinsi 1.628 akseptor. Setyorini pun betencana menambah 25 persen dari target yang ditentukan. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia