alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Cerita Setyaji Yoga Pratama, Kolaborasikan Profesi Chef & Binaragawan

30 Juni 2020, 21: 06: 34 WIB | editor : Perdana

Kolase foto Setyaji Yoga Pratama saat menjadi chef di restoran berbintang (kiri) dan menjadi instruktur gym di Solo.

Kolase foto Setyaji Yoga Pratama saat menjadi chef di restoran berbintang (kiri) dan menjadi instruktur gym di Solo. (DOK PRIBADI)

Share this      

Lama malang melintang di dunia kuliner tidak membuat Chef Setyaji Yoga Pratama berpuas diri. Kini dia malah banting stir menjadi atlet binaragawan. Profesi ini ternyata sudah menjadi impian terpendam sejak masih duduk di bangku SMP. 

RYAN AGUSTIONO, Solo, Radar Solo

SEMASA bersekolah di SMK, Setyaji memiliki pekerjaan sampingan di sebuah restoran di Gemolong, Sragen. Profesi ini dia tekuni 2007 hingga lulus sekolah 2011. Karena setiap hari bergelut dengan dunia kuliner, Setyaji pun memutuskan melanjutkan kuliah di bidang tataboga.  

“Sejak masuk kuliah juga sambil bekerja di beberapa hotel di Solo. Karena memasak sudah menjadi passion dan salah satu hobi saya. Selain di Solo, saya juga pernah bekerja di hotel bintang lima di Jogja selama setahun, kemudian pindah ke Bali selama dua tahun,” kata laki-laki kelahiran Boyolali 26 Desember 1993 ini, kemarin.

Awal memasuki puncak karir adalah ketika Setyaji pulang ke Kota Solo dan bekerja di salah satu hotel bintang lima. Berbagai kompetisi memasak pernah dia ikuti dan meraih seabrek prestasi. Di antaranya juara 2 Cooking Competition Hospitality Industry pada 2017, lima besar Meat Lamb Australian (MLA), Japanese Streetfood Festival 2016, lima besar di ajang Bandung Cooking Competition Hospitality Industri 2018.

Setelah kenyang dengan berbagai pengalaman, Setyaji bersama orang tua mulai membuka usaha rumah makan di Gemolong, Sragen. “Sudah dua tahun usaha kami berjalan. Dari sini terlintas bagaimana menjadi seorang chef yang memiliki tubuh yang bagus seperti Ade Rai (atlet binaraga Indonesia),” tuturnya.

Kecintaan Setyaji terhadap dunia binaraga ini sebenarnya sudah muncul sejak SMP. Namun, baru tersalurkan saat kuliah hingga bekerja di Solo. Dia selalu meluangkan waktu untuk fitnes. Namun hanya sekadar hobi. Belum fokus di dunia gym. 

Setelah rumah makannya berjalan, dia mulai serius menekuni olahraga binaraga. Apalagi setelah mendapat restu dari sang ibu. Sejak itu dia mulai tekun berlatih. “Peluang berkarir di dunia olahraga ini sangat bagus. Apalagi saya pernah menjadi chef, jadi bisa mengatur pola makan dan nutrisi sehat seimbang,” ungkapnya.

Kakak Setyaji yang kebetulan memiliki hobi gym mengarahkan dia mengikuti kompetisi body contest, binaraga, serta angkat berat. Meski prestasi di dunia olahraga ini masih tingkat lokal, namun dia merasa tertantang menekuni dunia atletik. Selain harus menjaga badan tetap fit dan bugar, juga memikirkan program seperti latihan, diet, serta program persiapan menghadapi kompetisi.

“Harapan ke depan, saya ingin terus berkarya dan memotivasi diri dan orang lain untuk menjadikan pola hidup sehat menjadi gaya hidup. Ke depan, saat ingin membangun tempat gym dan kafe diet,” ujarnya. (*/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia