alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Dinkes Solo sudah Ajukan Pencairan Insentif Nakes Covid sejak Mei

01 Juli 2020, 09: 42: 01 WIB | editor : Perdana

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih. (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemkot Surakarta telah mengajukan pencairan dana insentif untuk tenaga kesehatan puskesmas dan rumah sakit rujukan Covid-19 sejak Mei lalu. Namun, hingga saat ini dana yang dijanjikan belum diterima.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan, proses pencairan dana harus sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01/07/MENKES/278/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19.

“Sosialisasi dilakukan melalui webinar beberapa kali. Kami menyusun data, mengirimkan, kemudian verifikasi. Data tidak bisa sekali selesai begitu, karena ada revisi. Jadi, sampai saat ini belum cair,” katanya, kemarin.

Perempuan yang akrab disapa Ning itu berjanji jika dana insentif sudah cair akan segera ditransfer ke rekening masing-masing tenaga kesehatan. Dia menyebut besaran insentif yang didapat berbeda untuk masing-masing tenaga kesehatan. 

Dokter dan spesialis mendapatkan insentif Rp 15 juta per bulan, dokter umum dan dokter gigi Rp10 juta per bulan. Kemudian, perawat dan bidan Rp 7,5 juta per bulan, dan tenaga medis lain Rp 5 juta per bulan.

“Nominal itu adalah angka maksimal. Artinya, tenaga kesehatan bisa mendapat insentif lebih rendah dari nilai itu. Dasarnya adalah berapa jumlah kasus yang ditangani, berapa lama menangani, bagaimana kategorinya,” katanya.

Setiap kategori penanganan, lanjut Ning, memiliki jumlah maksimal nakes yang menangani. Sehingga tidak semua tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Solo bisa diusulkan menerima insentif. Nakes yang diusulkan menerima insentif harus mengantongi surat tugas dari pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Dinkes khusus menangani nakes dinkes, puskesmas, dan rumah sakit rujukan lini ketiga. Sedangkan untuk nakes rumah sakit rujukan utama dan lini kedua menjadi tanggung jawab pemprov,” terangnya.

Sebagai informasi, Di Solo, RS rujukan utama yang ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yakni RSUD Dr Moewardi (RSDM). RS rujukan lini kedua berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah adalah RS Kasih Ibu, RS dr Oen Kandangsapi, RS PKU Muhammadiyah, RST Slamet Riyadi, RSUD Ngipang/Surakarta, dan RS Jiwa Daerah Solo. Sedangkan RS rujukan lini ketiga ialah RS Koestati, RS Brayat Minulyo, RS Panti Waluyo, RS JIH Solo, RS Hermina, RSUD Bung Karno, RS Tri Harsi, dan Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Solo atau RS Paru Jajar. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia