alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Persis Berharap Jadi Host Penyisihan Liga 2, sekaligus Jajal Manahan

01 Juli 2020, 16: 46: 32 WIB | editor : Perdana

Persis Solo menilai Stadion Manahan layak dijajal untuk kompetisi liga 1 maupun liga 2, sebelum digunakan untuk venue Piala Dunia U-20 2021.

Persis Solo menilai Stadion Manahan layak dijajal untuk kompetisi liga 1 maupun liga 2, sebelum digunakan untuk venue Piala Dunia U-20 2021. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Persis Solo benar-benar berharap Liga 2 2020 bisa kembali bergulir. Dalam bocoran surat dari PSSI yang mereka terima, kabarnya kompetisi akan dimulai Oktober mendatang, bulan yang sama dengan Liga 1. 

"Besar kemungkinan (kick off Liga 2) satu atau dua minggu setelah Liga 1 dimulai. Liga 3 kabarnya juga akan digulirkan setelah Liga 1 dan Liga 2 dimulai, namun bulannya menunggu keputusan pemerintah dulu," terang Manajer Persis Solo Hari Purnomo kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Terkait kabar Stadion Manahan yang resmi jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, Persis berharap bisa menggunakan terlebih dahulu untuk kompetisi Liga 2.  "Tapi, kami belum tahu status home tournament itu seperti apa," ujarnya

Kabarnya regulasi Liga 2 yang baru akan dibagi menjadi empat grup. Yang mana satu grup terdiri dari enam peserta. "Dan kami belum tahu, apakah nanti pertandingan di grup kami itu akan digelar di salah satu homebase klub di grup kami atau bisa saja ditunjuk PSSI di lokasi netral. Nah, ini yang belum paham," ujarnya.

Disebut-sebut Persis akan satu grup dengan Persijap Jepara, PSCS Cilacap, PS Hizbul Wathan Sidoarjo, Putra Sinar Giri Gresi,k dan Kalteng Putra.

"Katanya di grup 3 main di Jateng atau Jatim. Saya rasa Manahan sangat layak ditunjuk. Soal Solo jadi tuan rumah Piala Dunia U-20, saya pikir ini waktu yang tepat untuk menggunakan Manahan dan layak pastinya untuk ajang uji coba penggunaan venue Piala Dunia," papar Hari.

Persis juga masih sangat berharap kompetisi musim ini bisa dihadiri suporter. "Dengan berbagai persiapan, saya rasa bisa untuk menggelar pertandingan dengan penonton. Tapi tentu harus bisa disiasati dan dijalani dengan ketat prosedur kesehatannya," ucap Hari. 

Sebelumnya, PSSI merilis Surat Keputusan Bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan, SKEP yang diumumkan secara resmi 28 Juni kemarin tersebut diambil dengan melalui berbagai pertimbangan.

“Kami perlu melakukan kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi new normal, dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar,” tegasnya.

Selain itu, bergulirnya kembali kompetisi ini juga dimaksudkan untuk kepentingan Timnas U-19 yang dipersiapkan menghadapi Piala Dunia U-20 2021. “Saat mereka tidak menjalankan training centre (TC), para pemain bisa berkompetisi di klub mereka masing-masing, baik  Liga 1 dan Liga 2, karena pada umumnya mereka sudah milik klub,” terangnya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia