alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Kompetisi Liga 3 Lanjut, Laskar Pandan Arang Masih Pikir-Pikir

02 Juli 2020, 15: 44: 06 WIB | editor : Perdana

Persebi Boyolali (jersey biru) saat mengikuti Liga 3 zona Jateng melawan Persis Gotong Royong di Stadion Manahan, 2017 silam.

Persebi Boyolali (jersey biru) saat mengikuti Liga 3 zona Jateng melawan Persis Gotong Royong di Stadion Manahan, 2017 silam. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Di awal tahun ini, Persebi Boyolali benar-benar menunjukkan keseriusannya untuk menatap Liga 3 2020 zona Jawa Tengah (Jateng). Saking seriusnya, ketika banyak klub Liga 3 Jateng masih tertidur lelap, 23 Februari lalu, Laskar Pandan Arang (julukan Persebi) menunjuk Khamid Mulyono untuk jadi pelatih anyar. Dia menggantikan posisi Ahmad Sukisno yang mengarsiteki Persebi di musim 2019.

Khamid pernah menjadi asisten pelatih Persikota Tangerang pada 2015. Selain itu, dia juga pernah menjadi asisten pelatih Perserang Serang musim 2017 dan 2018. Dia dibantu oleh Haryadi “Poetoel”, eks kapten Persis Solo yang dipercaya jadi asisten pelatih Persebi musim ini.

Sayang belum juga menggelar pembentukan tim, Covid-19 muncul. Tak lama setelah status pandemi Covid-19 muncul, manajemen memutuskan Persebi untuk musim ini vakum.

Setelah mendengar kabar PSSI akan menggulirkan Liga 3, ternyata Manajer Persebi Kukuh Hadiatmo malah mulai pikir-pikir ulang. “Sebelumnya memang kami inginnya vakum dulu, tapi kami masih akan menunggu perkembangan kompetisinya seperti apa dulu. Hingga saat ini Asprov (PSSI Jateng) juga belum kasih pengumuman sama sekali soal Liga 3,” terang Kukuh kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Pria yang akrab disapa Tatang tersebut sudah mendengar ada perubahan regulasi. Misalnya, semua aturan tim Liga 3 yang promosi ke Liga 2 musim ini ada enam klub, kemudian diubah. Pada kompetisi pascapandemi Covid-19, kabarnya hanya ada dua tim yang promosi. Kemudian, untuk klub di Liga 2 ditiadakan degradasi.

”Soal regulasi baru itu, kami belum bisa bicara banyak. Belum bisa menilai juga. Yang pasti setelah ada pengumuman, kami akan bahas dengan internal manajemen soal langkah kami. Apakah akan ikut atau tetap tidak,” ujarnya.

Jika Liga 1 dan Liga 2 bisa digelar dengan durasi yang lebih singkat dari musim-musim sebelumnya, beda di Liga 3 yang bakal terjadi sedikit kendala. Hal ini lantaran Liga 3 dimulai dari regional provinsi, sebelum menuju nasional.

”Liga 3 tak bisa digelar dua atau empat bulan saja. Proses kasta ini cukup panjang,” ujarnya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia