alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

180 Siswa Diterima di SMKN 1 Puhpelem, Hanya 47 Anak dari Daerah Lokal

Waswas Siswa Luar Daerah Tak Daftar Ulang

02 Juli 2020, 22: 47: 34 WIB | editor : Perdana

Hanya 25 persen siswa baru SMKN 1 Puhpelem yang berasal dari satu wilayah.

Hanya 25 persen siswa baru SMKN 1 Puhpelem yang berasal dari satu wilayah. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI – Dari 180 siswa yang lolos penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN 1 Puhpelem, hanya 47 siswa yang merupakan anak-anak lokal asal Puhpelem. Sisanya merupakan siswa-siswa luar daerah, bahkan luar provinsi. Kepala SMKN 1 Puhpelem waswas dengan komitmen siswa-siswa luar daerah tersebut untuk benar-benar mau daftar ulang dan mengikuti pendidikan hingga lulus.

Kepala SMKN 1 Puhpelem Joko Widagdo mengatakan, proses daftar ulang bagi calon siswa baru masih berjalan. Dengan sistem pendaftaran online, saat ini tidak ada daftar siswa cadangan yang bisa menggantikan calon siswa ketika tidak melakukan daftar ulang.

"Kan keputusannya seperti itu, tidak ada offline-nya. Yang saya khawatirkan itu ketika mereka yang sudah terjaring justru tidak daftar ulang dan tidak tuntas sekolah di sini," ungkap Joko, Kamis (2/7).

Lain halnya jika yang terjaring adalah siswa-siswa dari wilayah setempat. Sebab, berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya rata-rata siswa lokal dari wilayah setempat bisa menjalani pendidikan selama tiga tahun penuh. Sementara ada siswa luar daerah yang belum genap dua semester bersekolah malah mengundurkan diri.

"Waktu daftar ulang ini juga kita waswas. Kalau ternyata sekolah ini bukan pilihan pertama si anak, niatnya (daftar ulang) juga pasti berkurang. Kemungkinan bisa terjadi seperti itu," paparnya.

"Kalau itu terjadi, saya menjadi semakin salah. Wong anak kampung sini mau masuk tidak diterima, ini yang diterima orang luar malah ora daftar ulang. Kan ciloko (celaka, Red)," imbuh Joko.

Berdasarkan data, dari 180 siswa yang diterima di SMKN 1 Puhpelem, hanya 47 anak lokal asal Puhpelem. Rinciannya, 36 siswa berasal dari SMP yang ada di Puhpelem dan 11 lainnya dari SMP di luar Puhpelem. Sementara untuk 133 siswa lainnya merupakan anak luar daerah, bahkan luar provinsi. Sebab, saat PPDB memang banyak pendaftar yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Mengingat sekolah tersebut berbatasan dengan wilayah Jawa Timur.

Diungkapkan Joko, sejauh ini sosialisasi kepada masyarakat Puhpelem terus dilakukan bersama camat dan perangkat desa. Masyarakat pun akhirnya bisa memahami kondisi yang terjadi, yang membuat anak-anak mereka tak bisa masuk ke sekolah di wilayahnya sendiri. Sebelumnya memang ada sejumlah warga yang mengeluh ke media sosial karena anak-anak lokal Puhpelem justru tergusur oleh siswa luar daerah lantaran nilai mereka kalah tinggi.

"Sebenarnya kemarin tidak ada satu pun bentuk protes yang dilayangkan ke sekolah. Orang sini kan diam, mengadunya ke perangkat desa. Kalau keluhan di medsos, ya itu memang ada. Misal langsung ke sini (sekolah, Red) saya lebih suka, soalnya bisa memberi penjelasan langsung," beber Joko.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Wonogiri Gunarsi mengatakan, polemik dalam penerimaan siswa baru di Puhpelem itu sudah dilaporkan dalam Rakor PPDB, beberapa waktu lalu. "Keluhan seperti itu dari Puhpelem saja. Kepala sekolah yang lain tidak ada yang menyampaikan ke saya," ucap Gunarsi. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia