alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Ini Aturan New Normal Kunjungi Candi Prambanan, Dilarang Pegang Patung

03 Juli 2020, 18: 40: 49 WIB | editor : Perdana

Wisatawan mencuci tangan dengan sabun di kompleks TWC Prambanan, di hari kedua uji coba operasional, kemarin (2/7).

Wisatawan mencuci tangan dengan sabun di kompleks TWC Prambanan, di hari kedua uji coba operasional, kemarin (2/7). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Operasional Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan kembali dibuka per 1 Juli, setelah sempat ditutup tiga bulan, imbas pandemi Covid-19. Selama uji coba operasional di era new normal, protokol ketat diterapkan.

Salah satu syaratnya, wisatawan dilarang masuk ke bilik candi. Selain itu, juga dilarang memegang patung yang ada di dalamnya. Sedangkan protokol umum lainnya, mulai dari mengenakan masker, cek suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun, hingga menjaga jarak (physical distancing).

“Kami memberlakukan protokol kesehatan bagi wisatawan. Bagi wisatawan yang suhu tubunnya di atas 37 derajat celcius, tidak diperbolehkan masuk ke kawasan TWC Prambanan. Kami sarankan untuk kembali,” jelas General Manager (GM) TWC Prambanan Aryono Hendro, kemarin.

Pengelola sudah menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun yang ditempatkan di titik-titik strategis. Setelah mencuci tangan, wisatawan wajib memasuki bilik sterillisasi, sebelum menuju ke loket masuk. Pembelian tiket menerapkan physical distancing atau jaga jarak.

Seluruh kawasan TWC Prambanan juga dipasang rambu-rambu terkait protokol pencegahan Covid-19. “Wisatawan yang berada di zona 1 atau pelataran candi hanya dibatasi 330 orang. Tidak diperbolehkan masuk ke bilik candi atau menyentuh patung di dalamnya. Sudah kami berikan tanda pembatas demi keamanan dan kenyamanan bersama,” urainya.

Guna memastikan wisatawan menaati aturan, disiagakan polisi khusus (polsus) dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja dan security. “Sarana cuci tangan pakai sabun ada 10 titik. Jarak masing-masing titik sekitar 100 meter agar wisatawan bisa maksimalkannya,” imbuhnya.

Sementara itu, hari pertama operasional TWC Prambanan, dipadati 332 wisatawan lokal. Berasal dari sejumlah daerah. Di antaranya Sragen dan Solo. Jumlah kunjungan terbilang kecil, kendati kuota maksimal wisatawan 1.500 orang per hari. Sedangkan pantauan di hari kedua, kemarin, cukup lengang. 

“Tadi (kemarin) habis mengantar saudara ke bandara (Yogyakarta International Airport), lalu mampir ke Candi Prambanan. Saya lihat sudah dibuka, jadi sekalian mampir. Baru pertama ini ke sini,” ujar Siti Fatimah, 51, wisatawan asal Solo. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia