alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Kreasi Guru SD Gunakan Wayang untuk Media Sosialisasi Covid via Online

03 Juli 2020, 19: 56: 58 WIB | editor : Perdana

Agung Sudarwanto memegang ukiran wayang dari kayu jati bekas.

Agung Sudarwanto memegang ukiran wayang dari kayu jati bekas. (ISTIMEWA)

Share this      

Sosialisasi bahaya virus Covid-19 kepada anak-anak memang harus menggunakan media yang tepat. Ini agar pesan mudah diterima. Nah, salah satunya lewat wayang. Seperti yang dilakukan Agung Sudarwanto. Seperti apa?

RYAN AGUS, Solo, Radar Solo

DENGAN sapaan yang ramah, Agung yang kala itu berpakaian baju panjang biru memperlihatkan papan kayu kepada Jawa Pos Radar Solo. Papan itu tidak kosong, namun ada gambar tokoh wayang yang sudah tidak asing lagi. Tokoh Kresna ini digambar sendiri oleh Agung. 

Papan dari kayu jati bekas bergambar tokoh wayang ini bukan untuk dijual, tapi digunakan Agung sebagai media pembelajaran kepada anak didiknya. Kebetulan Agung merupakan guru seni di SD Muhammadiyah 1 Surakarta.

“Kebetulan saya lulusan dari Seni Pedalangan ISI (Institut Senin Indonesia). Dengan sedikit keterbatasan dan kemampuan, saya berusaha untuk mengembangkan dan melestarikan kesenian wayang dan pedalangan sesuai disiplin ilmu yang saya miliki,” ungkap Agung, kemarin.

Menurutnya, wayang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran. Ini sebagai strategi untuk melestarikan kesenian wayang kepada kaum muda dan anak-anak penerus bangsa. Tentu agar lebih menarik dan mudah diterima, harus tepat dalam menyampaikan, termasuk media yang digunakan. 

“Anak-anak ini kan nanti yang membawa tongkat estafet pelestarian dan perkembangan wayang kulit. Makanya sejak jauh hari mereka harus dikenalkan agar anak-anak tersebut tidak asing terhadap budaya warisan nenek moyangnya,” paparnya.

Tidak hanya soal cerita tokoh yang ada dalam gambar di papan kayu. Agung juga menggunakan media wayang untuk sosialisasi soal bahaya dan pencegahan Covid-19. Karena saat ini siswa belajar di rumah, maka pembelajaran dilakukan menggunakan media online berbasis virtual zoom.

“Rencananya, saat tahun ajaran baru dibuka, saya akan menyosialisasikan kepada peserta didik melalui media online. Yakni melalui video singkat atau aplikasi zoom yang akan disampaikan kepada peserta didik melalui wali siswa,” ujarnya.

Agung berharap dengan media ini anak didiknya bisa menerima materi yang disampaikan. Tentu saja selain materi pencegahan Covid-19, Agung juga menyisipkan cerita mengenai tokoh wayang yang digunakan untuk sosialisasi sekaligus mengenalkan budaya kepada anak-anak. (*/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia