alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Pemprov Siapkan Jurus Out of The Box untuk Wilayah Tak Punya SMAN/SMKN

03 Juli 2020, 20: 49: 24 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Kepala Disdikbud Jateng Jumeri saat melihat proses verifikasi PPDB di SMKN 8 Semarang, Jumat (3/7).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Kepala Disdikbud Jateng Jumeri saat melihat proses verifikasi PPDB di SMKN 8 Semarang, Jumat (3/7).

Share this      

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus merumuskan formula untuk pemerataan fasilitas pendidikan, terutama di daerah-daerah yang tak memiliki SMA/SMK negeri. Selain kelas jarak jauh yang segera dibuka, ada beberapa cara lain yang kini tengah digodok.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Jumeri mengatakan, saat ini kelas atau sekolah jarak jauh sudah dalam progres. Untuk sementara, sekolah jarak jauh itu akan dibuka di tiga daerah. Yakni di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar; Gebok, Kabupaten Kudus; dan Pagentan di Banjarnegara

"Ada jurus yang kita siapkan, bisa kelas jarak jauh, bisa menambah rombongan per kelas, bisa beasiswa, bisa dititipkan ke swasta. Untuk swasta sedang negosiasi," kata Jumeri saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat proses verifikasi PPDB di SMKN 8 Semarang, Jumat (3/7).

Sementara itu, Ganjar mengatakan, dalam situasi seperti sekarang ini, di mana semua berubah, diperlukan banyak cara dan harus out of the box. Berbagai formula kebijakan harus dibuat guna memberikan akses pendidikan yang mudah bagi masyarakat. Terutama untuk area-area yang tak memiliki fasilitas sekolah.

"Kalau selama ini, pokoknya standar indeksnya begini, lha itu kaku-kakuan. Sekarang ini, dengan situasi yang seperti lagu Lathi 'everything has changed', lha sekarang ini kan lagi berubah, maka kita masuk cara juga untuk solusi tadi," kata Ganjar.

Diakui dia, dengan sistem yang ada saat ini faktanya banyak anak didik yang belum bisa terjangkau akses pendidikan. Hal ini kian terbukti saat penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB), banyak persoalan pendidikan yang akhirnya terungkap. 

Salah satunya masih banyak anak didik yang kesulitan mengakses pendidikan karena tak ada sekolah di wilayahnya. Banyak anak didik yang tak diterima PPDB, termasuk sistem zonasi saat ini, yang diakui Ganjar, masih harus banyak dievaluasi. 

"Maka kita harus hadir, negara harus hadir. Mau cara dari jauh, terus kemudian mau kita kasih beasiswa, rombongan belajar ditambah lagi. Yang uji coba tiga daerah sudah kita siapkan, dengan daerah kita siapin, polanya kita siapin," pungkas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia