alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Laskar Nusakambangan Paling Menakutkan, Persis Anggap PSCS Lawan Berat

05 Juli 2020, 07: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Laskar Nusakambangan Paling Menakutkan, Persis Anggap PSCS Lawan Berat

SOLO – Persis Solo masih belum bisa bergerak lebih jauh, karena kepastian jadwal laga lanjutan Liga 2 2020 belum juga diterima dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru. Dari draf pembagian grup yang muncul, Persis masuk di grup 3. Bersanding dengan PSCS Cilacap, Persijap Jepara, Kalteng Putra, Putra Sinar Giri Gresik, dan PS Hizbul Wathan.

”Kami lihat pembagian grup ini berat-berat. Semua tim tentu sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. PSCS Cilacap kami anggap tim yang punya kualitas pemain yang bagus-bagus. Tentu akan sangat sulit untuk bisa mengalahkan mereka nanti ketika jadi bertemu,” terang Manajer Persis Solo Hari Purnomo kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Laskar Nusakambangan (julukan PSCS) memang sudah mengumumkan memiliki skuad terbaiknya. Ada nama Choirul Rifan, M. Ihsan, Rudy Voller, hingga dua mantan penggawa Persis Solo musim lalu, yakni Ugiek Sugiarto dan Dwi Cahyono.

Sama seperti Persis, PSCS saat ini juga belum mengumpulkan pemain. Walau begitu, manajemen PSCS mengaku sudah mendengar beberapa regulasi baru PSSI untuk lagalanjutan Liga 2. Mulai dari perubahan pembagian grup, kemudian tak adanya degradasi untuk Liga 2 musim ini, lalu adanya wacana yang promosi ke Liga 1 dari Liga 2 hanya dua tim saja. Selain itu Manajer PSCS Cilacap Bambang Tujiatno mengatakan, pihaknya mendukung wacana pemain U-20 apabila kompetisi resmi digelar kembali. 

“Saat ini PSCS masih menunggu keputusan PSSI untuk berbagai macam keputusan kelanjutan Liga 2 2020. Mulai dari format maupun keputusan menggunakan pemain U-20,” kata dia. 

Menurut Bambang, saat ini PSCS Cilacap sudah memiliki pemain dengan katagori U-20 pada musim 2020 ini. Mereka adalah dua pemain depan yakni Aldi Dwi Wardana dan Ilham Rifanda. “Kalau misal ada tiga pemain, berarti tinggal tambah satu pemain. Kami sudah koordinasi dengan pelatih Jaya Hartono jika keputusan ini akan dilaksanakan,” ujar Bambang. 

Di lain sisi, harusnya PSCS dan Persis bertemu di Liga 2, pada 15 Maret lalu. Sayang laga perdana grup timur untuk kedua tim di Stadion Manahan tersebut batal digelar. Padahal saat itu PSCS sudah di solo, namun izin pertandingan tak bisa diberikan. Alasannya karena korona sudah muncul di Indonesia, dan Solo sudah berstatus kejadian luar biasa (KLB) korona. (ray/JPG/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia