alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

PON Mudur, Gulat Jateng Gagal ke Luar Negeri

05 Juli 2020, 10: 05: 59 WIB | editor : Perdana

CARI CELAH: Dua atlet gulat tengah bertanding di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, 2018 silam di Solo.

CARI CELAH: Dua atlet gulat tengah bertanding di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, 2018 silam di Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tim gulat Jawa Tengah untuk persiapan menuju Pekan Olahrga Nasional (PON) di Papua, masih terus menjalani pemusatan latihan walau masih dalam masa pandemi.

Jateng dipastikan akan memiliki tiga wakil di PON, yakni pegulat asal Brebes Tegar Arya (kelas 57 kg gaya bebas putra), lalu Siti Aliyah (kelas 62 kg gaya bebas putri) asal Tegal, dan Umar asal Kudus yang akan terjun di kelas 125 kg gaya bebas putra.

"Mereka tetap berlatih, dan semuanya saat ini masih berlatih di Solo. Beban latihannya memang sedikit menurun, karena mengikuti protokol kesehatan yang ada," terang pelatih gulat Jawa Tengah untuk PON Papua, Agung Dwi Prespono kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin. 

Pelatih asal Solo ini mengakui bahwa adanya pandemi Covid-19 yang sudah muncul sejak Maret lalu, membuat banyak program latihn terpaksa dibatalkan. Diantaranya adalah tryout ke luar negeri.

"Harusnya Juli ini tim menuju tryout ke luar negeri. Awalnya kami mewacanakan akan menuju Uzbekistan atau Turki, namun terpaksa dibatalkan. Karena untuk ke luar negeri jelas belum bisa, terlebih pendanaan program untuk PON tekendala korona," ujar pria yang juga ketua pengkot Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Solo tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, harusnya PON Papua digelar, harusnya digelar 20 Oktober hingga 2 November tahun ini. Namun karena adanya pandemi yang dialami di hampir seluruh belahan dunia, banyak jadwal kejuaraan olahraga harus mundur atau malah diputuskan batal. PON Papua sendiri terpaksa diundur jadi 2-13 Oktober tahun depan

"Kemungkinan kami akan tetap menggelar tryout tahun depan. Tepatnya tiga bulan sebelum kejuaran PON digelar," ujarnya.

Adanya pengunduran jadwal PON, membuat tim kepelatihan harus mengubah rancangan program.

"Mau tidak mau kami memulai lagi dari awal. Jadi nanti akan mulai lagi dari fase persiapan, lalu khusus dan pra kompetisi,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia