alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Piala Dunia U-20 2021, Persiapan Diambil Alih Pemerintah

05 Juli 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Perdana

PEREMAJAAN: Pemain Persib Bandung saat hendak berlatih di Stadion Manahan. Tim ini sempat beruji coba dengan Persis Solo, Februari lalu.

PEREMAJAAN: Pemain Persib Bandung saat hendak berlatih di Stadion Manahan. Tim ini sempat beruji coba dengan Persis Solo, Februari lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – PSSI bukan lagi pihak yang dominan untuk urusan persiapan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Hal ini setelah Kemenpora melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo serta Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan (1/7). Akhirnya diputuskan persiapan Piala Dunia U-20 tahun depan diambil alih pemerintah. Dalam hal ini Kemenpora.

Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh Menpora Zainudin Amali setelah ratas dengan Presiden Jokowi. Dia menjelaskan, Inafoc (Indonesia FIFA U-20 World Cup Organizing Committee) alias panitia persiapan Piala Dunia U-20 resmi diambil alih pemerintah. 

”Karena ini seluruh pembiayaannya akan menggunakan APBN, untuk panitia penyelenggara yang ada unsur pemerintah, yakni Inafoc, akan dipimpin oleh menteri,” tegasnya.

Menteri yang ditunjuk adalah dirinya sendiri. Dia menuturkan, hal tersebut sudah sesuai dengan hasil ratas dengan Presiden Jokowi. Keputusan itu mengubah wacana sebelumnya bahwa Inafoc akan dipimpin PSSI. ”Sementara PSSI akan berfokus pada persiapan untuk prestasi timnas Indonesia yang jadi tanggung jawab ketua umum PSSI,” katanya.

Ya, keputusan tersebut memang mengubah semua rencana PSSI. Terutama soal persiapan Piala Dunia U-20. PSSI bahkan sudah membentuk kepanitiaan yang dipimpin Wakil Ketua Umum Iwan Budianto. Namun, dengan keluarnya keputusan ratas, semua rencana PSSI itu dipastikan buyar.

Zainudin menjelaskan masalah susunan Inafoc. Sejauh ini, pihaknya masih berdiskusi lebih dulu. Namun, dia menjanjikan susunan kepanitiaan tidak sepenuhnya berasal dari Kemenpora. Kementerian lain atau PSSI juga terlibat di dalamnya. ’’Sesmenpora akan rapat untuk merampungkan surat keputusan melalui keppres. Kemudian, saya akan melengkapi kepanitiaan selanjutnya,’’ paparnya.

Pria 58 tahun itu berjanji menggandeng pihak-pihak yang dinilai kredibel dalam kepanitiaan. ’’Bukan seperti membuat panitia 17-an. Jadi, saya akan lihat siapa yang berkompeten untuk terlibat. Tidak didominasi unsur Kemenpora. Ada TNI, Polri, dan berbagai orang di bidang yang dianggap penting dalam Inafoc,’’ jelasnya.

Nah, dengan hasil ratas, PSSI tinggal berfokus memikirkan skuad timnas yang berlaga di Piala Dunia tahun depan. Memang, target yang dicanangkan Joko Widodo tidak muluk-muluk. Bahkan tidak seperti target PSSI yang ingin timnas U-19 menembus babak delapan besar. ’’Presiden berharap timnas bisa maksimal. Bukan di babak grup saja karena Indonesia lolos kan sebagai tuan rumah, bukan kualifikasi. Beliau minta maksimal dan tentu realistis,’’ tuturnya.

Sebelumnya menpora mengungkapkan sejauh ini stadion yang nantinya akan menjadi tempat pertandingan ada empat. Keempatnya yakni Stadin Manahan Solo, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali. Sementara, dua stadion lainnya masih menunggu restu dari FIFA, yakni Stadion Si Jalak Harupat (Bandung) dan Stadion Jakabaring (Palembang). (rid/JPG/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia