alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Layanan Baru, Sopir Stop Saling Salip

05 Juli 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

SIMPEL: Masyarakat dapat memantau mobilitas armada BST menggunakan aplikasi Teman Bus. Inovasi tersebut sudah diterapkan di koridor 3-4. Menyusul koridor 1-2. 

SIMPEL: Masyarakat dapat memantau mobilitas armada BST menggunakan aplikasi Teman Bus. Inovasi tersebut sudah diterapkan di koridor 3-4. Menyusul koridor 1-2.  (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Rampung uji coba selama tiga hari, armada Batik Solo Trans (BST) koridor 3-4 resmi menerapkan program buy the service. Launching digelar di Balai Kota Surakarta bersamaan aplikasi transportasi ekonomis, mudah, andal, dan nyaman (Teman Bus), Sabtu (4/7).

Menggunakan aplikasi tersebut, pengguna BST bisa memantau rute, titik penjemputan, dan mobilitas BST. "Kami memberikan apresiasi atas kemitraan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) dengan Pemkot Surakarta. Ini adalah salah satu bentuk moda transportasi masal tapi dihadirkan dalam skema BTS (buy the service). Sementara ini (beroperasi) di koridor 3-4 dulu, menyusul koridor 1-2," jelas Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

Inovasi aplikasi Teman Bus, lanjutnya, diharapkan mampu memenuhi harapan masyarakat terhadap layanan transportasi masal perkotaan yang lebih prima dari sebelumnya. Mengingat fasilitas pendukungnya jauh lebih baik. Termasuk pemberian subsidi pada operator, sehingga bisa terus melayani tanpa harus kejar target dan lainnnya. 

“Layanan ini (buy the service) memiliki standar minimal yang ditetapkan oleh pemerintah.  Mulai dari kepastian waktu dan jarak tempuh kendaraan, keamanan dan kenyamanan penumpang, sampai besaran tarif yang akan diluncurkan," ujarnya. 

Selama masa promosi, tarif BST koridor 3-4 digratiskan hingga Desember 2020. Baru di tahun berikutnya berbayar. "Program serupa sudah diluncurkan di Palembang. Hasilnya cukup baik. Satu bulan pengoperasian Teman Bus sudah melayani sekitar 55.000 penumpang. Di Solo nanti juga kami lengkapi dengan kajian pendukung lain untuk melengkapinya. Seperti perhitungan tarif dan besaran subsidi yang diberikan," beber Budi.

Mengingat tujuan buy the service menciptakan layanan transportasi masal yang lebih baik, harus didukung aplikasi mobile guna memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte, dan jadwal keberangkatan bus. 

"Aplikasi Teman Bus bisa diunduh di layanan Play Store dan Appstore. Penumpang bisa langsung mengawasi di mana busnya atau dari mana harus menunggu kalau mau naik fasilitas ini. Tujuan lainnya tentu untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” urainya.

Ditambahkan Budi, BST dengan sistem buy the service akan melayani empat koridor. Koridor 1 Bandara Adi Soemarmo-Terminal Palur, Koridor 2 Terminal Kerten-Terminal Palur, Koridor 3 Terminal Kartasura-Tugu Cembengan, dan Koridor 4 Terminal Kartosuro-Terminal Palur via Terminal Tirtonadi.

Inovasi Teman Bus tersebut diharapkan memangkas headway antararmada BST tidak lebih dari 10 menit. “Masyarakat menunggu di halte itu tidak boleh lama. Gunakan aplikasi (Teman Bus) untuk mengecek lokasi armada,” terangnya. 

BST program buy the service menggunakan bus sedang berkapasitas 40 penumpang dengan tipe low entry dan high deck untuk mendukung disabilitas kursi roda. “Harus bisa mengakomodasi teman-teman disabilitas. Bus ini dilengkapi dua pintu di depan dengan low entry dan belakang dengan high deck,” ucap Budi. 

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menegaskan, driver BST harus patuh aturan main layanan baru ini. Mengingat sudah ada subsidi dari pemerintah, sopir tak perlu saling salip untuk kejar setoran. 

Pemasangan global positioning system (GPS) serta kamera pemantau yang tersebar di Kota Solo memudahkan pemkot mengawasi mobilitas armada BST. 

"Selama ini laporan yang masuk ke saya, (sopir) BST-nya ugal-ugalan. Kalau sekarang kan tidak mengejar setoran, jadi jangan salip-salipan. Dengan adanya BST (buy the service) masyarakat akan terlayani lebih baik. Untuk sementara, sampai akhir tahun (koridor 3-4) masih gratis. Begitu juga koridor 1-2 kalau sudah diresmikan bulan depan, nanti sampai akhir tahun juga gratis," papar wali kota.

Terpisah, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno menuturkan, layanan BST dapat diintegrasikan dengan jalur sepeda dan pejalan kaki. Sejak Kota Solo dipimpin  Wali Kota Joko Widodo, sudah membenahi pedestrian.

Penataan pedestrian dilanjutkan hingga sekarang. Pesepeda dapat dibangkitkan dengan menata jalur lambat yang masih ada. Kota Solo memiliki jalur lambat terpanjang di Indonesia, yakni sepanjang 30 kilometer. 

Jalur lambat ini awalnya diperuntukkan bagi becak, sedangkan saat ini keberadan becak semakin menurun. Lahan jalur lambat banyak digunakan pedagang kali lima dan parkir kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Jika jalur lambat ini ditata dan dioperasikan bike sharing dapat memberikan nilai tambah pengoperasikan BST. Program Kota Sehat yang dicanangkan pemerintah sejak 2005 dapat terwujud. Salah satunya dengan mensinergikan layanan transportasi umum, fasilitas berpeseda dan fasilitas pejalan kaki. Penyediaan transportasi umum murah merupakan kewajiban negara yang diperuntukkan bagi masyarakat,” tuturnya. (ves/wa

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia