alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Warga Berharap Railbus Segera Beroperasi

05 Juli 2020, 07: 45: 59 WIB | editor : Perdana

BERDAMPINGAN: Railbus Batara Kresna saat membelah Jalan Slamet Riyadi belum lama ini.

BERDAMPINGAN: Railbus Batara Kresna saat membelah Jalan Slamet Riyadi belum lama ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan menghentikan sementara operasional Railbus Batara Kresna relasi Stasiun Purwosari Solo-Stasiun Sukoharjo-Stasiun Wonogiri sejak 1 Juli. Warga berharap railbus secepatnya beroperasi karena banyak membawa manfaat.  

"Tiketnya murah. Rp 4.000. Berangkatnya pukul 06.00 dan pukul 10.00 dari Stasiun Purwosari. Untuk wisata lokal sangat diminati," terang Indra, 29, yang kerap menggunakan jasa railbus, Sabtu (4/7).

Menurutnya, dengan tiket railbus yang sangat terjangkau tersebut, masyarakat dapat lebih berhemat ketika hendak menuju Sukoharjo, Wonogiri, dan sekitarnya. Moda transportasi publik tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana berwisata.

Sebab itu, Indra berharap PT KAI segera mengoperasikan kembali railbus dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin guna mencegah penularan Covid-19. 

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto mengaku tidak tahu apa alasan penghentian operasional railbus. Yang jelas, kebijakan tersebut sudah diinformasikan pada semua stasiun tempat tujuan pemberhentian dan keberangkatan. 

"Sesuai arahan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub KA Railbus Batara Kresna dihentikan sementara mulai 1 Juli. Alasan apa saya kurang tahu. Tapi sudah kami infokan ke semua jaringan agar penumpang tidak kecele," papar dia. 

Kapan railbus kembali dioperasikan? Eko belum bisa memastikan. Tapi, pihaknya telah siap jika sewaktu-waktu railbus dijalankan. “Kondisi railbus Batara Kresna masih bagus dan siap beroperasi. Kami tinggal tunggu perintah Ditjen Perkeretaapian Kemenhub," ucap Eko. 

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menduga dihentikannya railbus sebagai dampak pandemi Covid-19, sehingga berpengaruh pada jumlah penumpang kereta perintis itu. "Kalau dioperasionalkan yang naik hanya beberapa orang, ya jangan lah. Sementara bisa beralih pakai bus dulu," tutur dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia