alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarsolo
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Jangan Anggap Remeh Alergi pada Anak, Waspada Efek Lebih Besar & Luas

07 Juli 2020, 00: 06: 10 WIB | editor : Perdana

Diah Lintang Kawuryan, Dokter Spesialis Anak

Diah Lintang Kawuryan, Dokter Spesialis Anak

Share this      

SOLO - Alergi pada anak tak hanya berdampak pada kesehatan fisik. Namun, bisa berimbas pada faktor psikologis, ekonomi, dan gangguan tumbuh kembang.

Dokter Spesialis Anak RSUD Dr Moewardi Diah Lintang Kawuryan mengatakan, saat ini sudah bukan lagi menganggap remeh soal alergi. Sebab, tak hanya anak, keluarga dan masyarakat bisa terkena dampaknya. “Dampak alergi lebih besar dari sekadar gejala yang dialami anak,” ujar Lintang.

Lintang menjelaskan, alergi merupakan respons sistem imun yang tidak normal. Ketika mengenai orang lain tidak akan berbahaya, kecuali ketika sudah mengenai anak. “Sumber alergi ada makanan seperti telur, gandum, kacang-kacangan, seafood, ikan, dan lainnya. Atau sesuatu yang terhirup, seperti debu rumah, debu binatang, dan sebagainya,” papar Lintang.

Selain dampak kesehatan, anak dan orang tua bisa saja menderita dampak psikologi serta konsekuensi sosial dan ekonomi bagi keluarganya. “Dampak kesehatan, anak jadi rentan sakit karena risiko infeksinya cukup tinggi. Penyakit degeneratif paling berisiko tinggi adalah obesitas, hipertensi, dan sakit jantung,” ungkapnya.

Sedangkan dampak aspek gangguan tumbuh kembang, anak akan mengalami keterlambatan pertumbuhan jika berhubungan dengan jenis dan durasi pantang makanan. “Keperluan nutrisi dari jenis makanan tertentu menjadi tidak terpenuhi karena indikasi pantang dengan terapi dan konsumsi jenis obat yang sedang dijalani anak,” tuturnya.

Dampak alergi tak hanya terjadi menyangkut persoalan fisik sang anak, melainkan juga di sisi psikologis. “Baik anak, orang tua, keluarga, dan orang di sekitarnya ikut terdampak. Dampak pada anak bisa jadi minder dengan temannya. Dampak bagi orang tua bisa kebingungan ketika tidak bisa menangani anaknya yang sedang kambuh karena alergi,” tambahnya.

Sementara itu, dampak ekonomi alergi anak kepada orang tua, bisa membuat mereka harus libur bekerja saat mengantarkan anak berobat. “Bagi anak yang sering bolak-balik periksa ke dokter atau rumah sakit bisa memengaruhi pengeluaran keluarga dan memperhatikan gizi anak,” tuturnya.

Lintang mengimbau sebisa mungkin orang tua mencegah dan melakukan deteksi dini terhadap anak jika mengalami alergi. “Orang tua harus mengenali sumber alergi anak. Perlunya berkonsultasi pencegahan alergi anak kepada dokter atau ahlinya untuk memastikan penyakit alergi atau infeksi. Menghindari penyebab alergi jika orang tua sudah mengenalnya dan memberikan nutrisi seimbang,” ujarnya. (ryn/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia