alexametrics
Jumat, 07 Aug 2020
radarsolo
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Tips Gowes yang Aman, Perhatikan Batas Maksimal Denyut Jantung

08 Juli 2020, 21: 23: 45 WIB | editor : Perdana

Adi Bestara, Dokter Spesialis Jantung RSUD Dr Moewardi.

Adi Bestara, Dokter Spesialis Jantung RSUD Dr Moewardi.

Share this      

SOLO - Bersepeda tidak asal sekadar gaya atau mengikuti tren olahraga. Tapi harus memperhatikan kondisi fisik. Nah, bagi pesepeda awam, hal ini masih banyak diabaikan. 

Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Adi Bestara mengatakan, secara teori memang ada beberapa hal yang wajib diketahui bagi pesepeda pemula agar tidak berakibat fatal.

Adi menjelaskan soal batasan maksimal heart rate (denyut jantung). Ini dapat dihitung dengan rumus 220 dikurangi usia. Misal usia 40 tahun, maka maksimal heart rate-nya adalah 180 bpm. 

“Saat latihan bersepeda, zona heart rate yang bagus adalah 85 persen. Contoh, untuk cyclist usia 40 tahun, zona heart rate terbagus di angka 153 bpm. Cara menghitungnya, 220 dikurangi usia dikalikan 85 persen. Hasilnya 153 bpm,” jelas Adi, kemarin (7/7).

Adi menyampaikan, durasi yang bagus untuk kesehatan jantung dalam olahraga bersepeda minimal 25 hingga 30 menit. Sedangkan optimalnya 45 hingga 60 menit. “Itu panduannya. Jika latihan, intinya harus memakai fase pemanasan selama 5 hingga 10 menit dan pendinginan selama 5 hingga 10 menit," tutur Adi.

Pemanasan bermanfaat untuk mencegah cedera, melenturkan otot, meningkatkan aliran darah ke otot, meningkatkan kesiapan mental dan fokus. Sedangkan pendinginan bermanfaat sebagai persiapan dari kondisi dinamis ke pasif. Fungsinya untuk menurunkan risiko cedera dan transisi penurunan metabolisme otot agar otot memiliki waktu adaptasi.

Masker merupakan hal yang perlu digunakan saat pandemi Covid-19. Namun, ketika bersepeda sebenarnya tidak dianjurkan. Sebab, saat berolahraga perlu menampung oksigen yang cukup. “Alternatifnya bisa memakai masker atletik dengan bahan khusus,” ujarnya. 

Bersepeda lebih baik sendirian. Namun, bila bersama komunitas, maka tetap harus memperhatikan jarak. "Minimal 2 meter antarpesepeda,” paparnya.

Untuk antisipasi bagi yang mempunyai penyakit dalam, lebih baik konsultasi kesehatan dulu ke dokter sebelum melakukan olahraga berat. “Misalnya penyakit jantung. Lebih baik bersepeda dengan jarak pendek, tidak perlu dipaksakan,” tuturnya.

Perlengkapan bersepeda yang tidak kalah penting adalah tetap membawa hand sanitizer. Jika perlu, bagian sepeda yang rawan tersentuh dengan tangan bisa dibersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun sebelum bersepeda.

Bersepeda pada malam hari juga diperbolehkan. Namun, juga harus memperhatikan jam istirahat. “Jangan sampai imun terganggu karena tak memperhatikan waktu istirahat. Umumnya, tidur berkualitas dalam sehari 6 hingga 7 jam. Ini dapat mengurangi inflamasi dan kekentalan darah,” ujarnya. (ryn/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia