alexametrics
Minggu, 16 Aug 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Puskesmas di Sukoharjo Layani Rapid Test Mandiri, Biaya Rp 160 Ribu

08 Juli 2020, 23: 21: 10 WIB | editor : Perdana

Petugas menyiapkan alat rapid test.

Petugas menyiapkan alat rapid test. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Mulai hari ini (8/7), warga Kabupaten Sukoharjo bisa mendapatkan layanan rapid test mandiri dengan tarif lebih murah. Rapid test dilayani di puskesmas-puskesmas di 12 kecamatan sesuai domisili masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengakui, permintaan untuk rapid test mandiri semakin banyak. Padahal biaya untuk rapid test cukup mahal jika dilakukan di rumah sakit swasta.

"Mulai besok (hari ini) sudah bisa rapid test di 12 puskesmas di 12 kecamatan," kata Yunia, kemarin (7/7).

Ya, permintaan rapid test ini semakin meningkat karena surat hasil tes menjadi salah satu syarat bagi masyarakat pelaku perjalanan. Misalnya, mereka yang karena pekerjaannya harus keluar masuk daerah lain, diwajibkan untuk rapid test. 

Kemudian, bagi pelajar yang akan mendaftar sekolah atau universitas, maupun para santri yang kembali ke pesantren. Atau bagi perantau yang pulang ke daerah asal, di mana pemerintah desa setrmpat mesyaratkan untuk rapid test terlebih dahulu.

"Saat ini semakin banyak masyarakat yang membutuhkan rapid test mandiri, sebagai syarat," katanya.

Yunia menyebut, biaya rapid test di puskesmas relatif lebih murah dibanding di rumah sakit swasta. Perbedaan harganya sekitar 50 persen lebih murah dibanding dengan rumah sakit swasta. "Biaya sekitar Rp 160 ribuan," kata Yunia.

Rapid test yang digunakan yakni dengan pengambilan darah dari pembuluh vena bukan kapiler. Sebab, pembuluh darah vena akurasinya lebih baik. "Darah dari vena akan meminimalkan false positive dan false negative. Kalau diambil dari kapiler, potensi false tadi lebih besar," ujarnya.

Yunia menyebut pemkab menyiapkan seluruh jumlah rapid test yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan alat rapid test. "Pekan ini diawali oleh petugas KPU yang akan melakukan pemutakhiran data. Kita siapkan 1800-an (alat rapid test, Red)," katanya. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia